Rapat Komite Fungsional Senat untuk Hak Asasi Manusia (HAM) di Islamabad berlangsung tegang dan diwarnai percekcokan sengit antaranggota dewan pada Rabu lalu. Sidang yang dipimpin oleh Senator Samina Mumtaz Zehri tersebut sejatinya digelar untuk meninjau secara mendalam kasus kematian tragis seorang karyawan Gujranwala Waste Management Company (GWMC).
Kasus ini mencuri perhatian publik Pakistan setelah petugas kebersihan tersebut diduga nekat mengakhiri hidupnya sendiri akibat dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta pemotongan gaji yang tidak adil. Namun, di tengah usaha pengusutan hak asasi buruh tersebut, persidangan justru terganggu oleh perselisihan panas antara Senator Abid Sher Ali dari partai PML-N dan Ketua Partai National Awami (ANP), Senator Aimal Wali Khan.
Kronologi Kematian Petugas Kebersihan Gujranwala
Penyelidikan Senat memfokuskan perhatian pada serangkaian peristiwa yang dialami oleh mendiang pekerja sebelum ditemukan tewas. Berdasarkan keterangan resmi pejabat Suthra Punjab dan GWMC, kronologi kejadian meliputi beberapa poin penting berikut:
- Masa Kerja Kontrak: Korban tercatat mengabdi sebagai petugas kebersihan di bawah instansi GWMC sejak rentang waktu tahun 2024 hingga 2025.
- Berakhirnya Kontrak Kerja: Masa berlaku kontrak kerja korban secara resmi berakhir pada 31 Mei 2025 tanpa adanya perpanjangan status kerja.
- Pemotongan Hak Gaji: Sebelum masa kontraknya usai, korban dikabarkan hanya menerima pembayaran 50 persen dari total gaji yang seharusnya ia dapatkan.
- Dugaan Aksi Bunuh Diri: Menghadapi tekanan ekonomi berat dan ketidakpastian masa depan pasca-kontrak habis, korban diduga kuat melakukan aksi bunuh diri.
Awal Mula Percekcokan Dua Senator di Ruang Sidang
Ketegangan di ruang komite mulai memuncak saat Senator Aimal Wali Khan menginterogasi para pejabat Suthra Punjab dengan nada pertanyaan yang sangat tajam dan mendesak. Khan mencecar manajemen perusahaan terkait legalitas pemotongan gaji dan kejelasan nasib para pekerja berkontrak rendah.
Gaya pertanyaan Khan yang dinilai menekan tersebut langsung direspon keras oleh Senator Abid Sher Ali. Ali menyela rapat secara mendadak dan menyuarakan keberatan atas sikap Khan terhadap para pejabat instansi yang hadir.
“Dengarkan penjelasan mereka — Anda melakukan penyelidikan dan mengajukan pertanyaan seolah-olah Anda sedang berada di kantor polisi,” ujar Senator Abid Sher Ali meluapkan kekesalannya.
Situasi persidangan kian memanas sewaktu salah satu anggota dewan mengusulkan agar kamera peliput media dimatikan untuk meredakan ketegangan. Namun, Sher Ali menolak usulan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak mengatakan hal yang salah. Ia pun meminta Khan untuk menjaga tata cara berbicara.
“Bicaralah dengan sopan,” seru Ali kepada Khan. Tak berselang lama, Khan langsung membalas dengan tegas, “Saya sudah bicara dengan sopan — Anda juga harus bicara dengan sopan!”
Melihat kondisi ruang sidang yang tidak kondusif, sejumlah legislator yang hadir, termasuk Senator Qurratulain Marri, langsung turun tangan melerai perdebatan guna mencegah perselisihan fisik dan mengembalikan jalannya rapat sesuai agenda utama.
Fakta Kunci Pengelolaan Buruh di GWMC
Terlepas dari konflik politik yang terjadi di dalam ruang sidang, Komite HAM Senat mencatat beberapa fakta krusial yang memerlukan investigasi lebih lanjut:
- Kerentanan Pekerja Kontrak: Sistem kontrak jangka pendek di GWMC dinilai berisiko tinggi memicu depresi psikologis dan finansial bagi para buruh kebersihan.
- Transparansi Pembayaran: Senat menuntut kejelasan mengenai pemotongan gaji 50 persen yang sering menimpa pekerja berpenghasilan rendah.
- Pertanggungjawaban Manajemen: Pihak komite mendesak kepolisian dan dinas ketenagakerjaan untuk memeriksa jajaran manajemen atas dugaan kelalaian.
Rencana Tindak Lanjut Komite Senat
Menutup sesi persidangan, Ketua Komite Senator Samina Mumtaz Zehri menegaskan bahwa pihak Senat tidak akan membiarkan insiden adu mulut ini mengaburkan inti permasalahan. Komite dipastikan bakal memanggil kembali jajaran pimpinan GWMC dan pejabat Suthra Punjab untuk memberikan pertanggungjawaban penuh atas nasib para pekerja yang terdampak.
Comments (0)