Sep 17, 2026
Bangka Belitung

INGGRIS — Petani Berhasil Kembangkan Peternakan Domba Lewat Metode Solar Grazing

London, Beritatercepat.com — Sektor pertanian dan industri energi terbarukan kini menemukan titik temu yang sangat menguntungkan melalui konsep solar grazi

INGGRIS — Petani Berhasil Kembangkan Peternakan Domba Lewat Metode Solar Grazing

London, Beritatercepat.com — Sektor pertanian dan industri energi terbarukan kini menemukan titik temu yang sangat menguntungkan melalui konsep solar grazing atau pengembalaan di ladang panel surya. Hannah Thorogood, seorang peternak domba asal Inggris, menjadi bukti nyata bagaimana integrasi infrastruktur energi hijau dapat mendongkrak kapasitas produksi peternakan secara signifikan tanpa harus menanggung biaya pembelian lahan yang melonjak tinggi.

Melalui kerja sama inovatif ini, Thorogood berhasil menyelesaikan salah satu masalah terbesar yang kerap dihadapi oleh peternak muda dan skala kecil, yakni keterbatasan akses terhadap tanah pertanian. Penggunaan lahan ganda ini menciptakan efisiensi baru yang menguntungkan peternak sekaligus perusahaan pengelola ladang surya.

Transformasi Bisnis: Dari Lahan Sempit Menuju Skala Industri

Dalam beberapa tahun terakhir, tantangan utama peternak di Eropa adalah tingginya harga sewa properti pedesaan. Sebelum menerapkan sistem pengembalaan di area panel surya, Hannah Thorogood mengawali usahanya dalam skala yang sangat terbatas. Ia hanya memelihara 20 ekor domba di atas lahan seluas 18 akre (sekitar 7,2 hektar).

Namun, setelah menjalin kemitraan dengan pengembang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), skala operasinya mengalami peningkatan pesat. Saat ini, populasi ternaknya melonjak hingga 200 ekor domba yang menggembala bebas di lahan panel surya seluas 250 akre (sekitar 101 hektar). Penambahan area operasional hingga lebih dari sepuluh kali lipat ini terjadi tanpa membebankan investasi modal tanah yang berat kepada peternak.

Indikator Pertumbuhan Sebelum Solar Grazing Setelah Solar Grazing
Jumlah Ternak (Domba) 20 ekor 200 ekor
Luas Akses Lahan 18 akre (~7,2 Ha) 250 akre (~101 Ha)
Fungsi Lahan Utama Peternakan Tunggal Ganda (Energi + Peternakan)
Biaya Perawatan Pemotongan Rumput Tinggi (Mesin/Tukang Kebun) Sangat Rendah (Alami)

Analisis Dampak: Solusi Simbiosis Mutualisme Energi dan Pertanian

Metode solar grazing menghadirkan efisiensi operasional bagi kedua belah pihak. Bagi pengelola ladang panel surya, pertumbuhan rumput liar dan vegetasi yang tidak terkonflik dapat menutupi permukaan panel, memicu bayangan (shading), dan berisiko mengurangi konversi energi listrik. Pemotongan rumput secara mekanis memerlukan biaya operasional yang mahal serta berisiko merusak peralatan listrik.

"Integrasi ternak di kawasan energi terbarukan bukan sekadar efisiensi pemotongan rumput, melainkan model keberlanjutan ekonomi baru yang memangkas biaya pemeliharaan infrastruktur hingga puluhan persen sekaligus menyediakan ruang hidup bagi peternak lokal," ujar Paul Harris, pengamat agrivoltaik dan keberlanjutan lingkungan.

Di sisi lain, kawanan domba bertindak sebagai pemotong rumput alami yang efisien. Kehadiran struktur panel surya juga memberikan keuntungan ekologis bagi ternak. Bayangan dari panel menyediakan peneduh alami dari terik matahari dan perlindungan dari angin kencang, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan (animal welfare) serta kualitas kesehatan ternak.

Urutan Implementasi Model Solar Grazing di Lapangan

Keberhasilan skema ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan teknis yang terencana demi menjamin keamanan sistem kelistrikan dan keselamatan hewan ternak:

  1. Penilaian Kelayakan Infrastruktur: Pengelola PLTS memastikan ketinggian kabel dan kabel instalasi bawah tanah terisolasi dengan aman dari jangkauan hewan.
  2. Pemilihan Jenis Ternak yang Tepat: Penggunaan domba lebih diprioritaskan dibandingkan sapi atau kuda karena domba tidak memanjat atau merusak pilar panyangga panel surya.
  3. Penerapan Pola Penggembalaan Bergilir (Rotational Grazing): Peternak mengatur rotasi pergerakan domba dari satu blok panel ke blok lain untuk mencegah penggundulan tanah secara berlebihan.
  4. Monitoring Vegetasi dan Kesehatan Kawasan: Evaluasi berkala dilakukan bersama antara manajer situs energi dan peternak untuk memastikan vegetasi tetap terkendali secara optimal.

Prospek Global dan Tantangan Masa Depan

Keberhasilan keberlanjutan yang ditunjukkan oleh Hannah Thorogood memberikan cetak biru (blueprint) bagi pengembangan konsep agrivoltaics di berbagai negara. Tren penutupan lahan hijau untuk proyek energi terbarukan kerap memicu kritik terkait ancaman ketahanan pangan. Namun, integrasi *solar grazing* membuktikan bahwa produksi energi bersih dan produksi pangan dapat berjalan berdampingan pada satu hamparan tanah yang sama.

Dengan proyeksi peningkatan ladang surya global hingga beberapa tahun ke depan, model kolaborasi ini menjadi solusi taktis bagi para peternak muda yang ingin memulai usaha di tengah melambungnya modal akses tanah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User