Hasto Kristiyanto Bedah Geopolitik Bung Karno di UBK Jakarta
Jakarta, Menit LaluSekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto baru saja menyampaikan kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta. Acara bertajuk “Pemikiran Geopolitik Bung Karn...
Jakarta, Menit Lalu
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto baru saja menyampaikan kuliah umum di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta. Acara bertajuk “Pemikiran Geopolitik Bung Karno” ini memadati aula kampus dan disambut antusias mahasiswa.
Dalam paparannya, Hasto menekankan relevansi geopolitik warisan Sukarno di tengah ketidakpastian global saat ini.
Gagasan Inti
Hasto mengurai tiga pilar geopolitik Bung Karno: kemerdekaan penuh, solidaritas Global South, dan keseimbangan kekuatan baru. Ia menyebut dunia sedang bergerak dari unipolar menuju multipolar, dan Indonesia wajib memainkan peran sentral.
- Konsep “Nefo vs Oldefo” dinilai masih relevan sebagai perlawanan terhadap dominasi pascakolonial.
- Poros Maritim Dunia harus dihidupkan kembali lewat diplomasi dan kekuatan ekonomi biru.
- Pancasila, menurut Hasto, adalah senjata geopolitik untuk menolak intervensi asing.
Respon Mahasiswa
Peserta dari berbagai program studi mengajukan pertanyaan kritis. Dea, mahasiswi Hubungan Internasional, bertanya soal nasib Gerakan Non-Blok di era perang dagang. Hasto menjawab bahwa Non-Blok harus bermetamorfosis menjadi poros alternatif yang mandiri secara pangan dan energi.
Situasi Kampus
Rektor UBK menyatakan kuliah ini adalah bagian dari Seri Kebangsaan yang menghadirkan tokoh-tokoh strategis. Pengamanan internal diperketat menyusul peringatan potensi gangguan. Hingga acara selesai, situasi tetap kondusif.
Hasto meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.00 WIB tanpa memberi keterangan tambahan kepada awak media. Tim komunikasi PDIP menyatakan materi kuliah akan dirangkum dalam buku saku yang dibagikan ke seluruh kader.
Perkembangan ini menjadi sinyal penguatan narasi geopolitik di internal PDIP jelang tahun politik.
Comments (0)