Sep 17, 2026
Nasional

Gunung Anak Krakatau Bangun Kembali Tubuh Kerucut Pascatsunami 2018

SELAT SUNDA — Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda dilaporkan tengah memasuki fase rekonstruksi alami dengan membangun kembali tubuh

Gunung Anak Krakatau Bangun Kembali Tubuh Kerucut Pascatsunami 2018

SELAT SUNDA — Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda dilaporkan tengah memasuki fase rekonstruksi alami dengan membangun kembali tubuh kerucut vulkaniknya. Proses pertumbuhan fisik ini terjadi secara bertahap menyusul peristiwa kolapsnya sebagian besar kubah lava dalam insiden longsoran besar pada akhir Desember 2018 silam.

Aktivitas vulkanik yang terjadi secara berkesinambungan berupa erupsi strombolian dan efusi lava menjadi mekanisme utama penumpukan material baru di kawah aktif. Letusan-letusan kecil hingga sedang secara berkala mendepositkan material piroklastik, abu vulkanik, serta lava beku yang perlahan meninggikan kembali struktur puncak pulau gunung api tersebut.

Kronologi Runtuhnya Kubah dan Hilangnya Volume

Perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau secara dramatis bermula dari krisis vulkanik dahsyat yang memicu bencana tsunami di pesisir Banten dan Lampung. Berikut adalah rangkaian catatan penting peristiwa tersebut:

  1. 22 Desember 2018: Terjadi longsoran sektor barat daya (flank collapse) seluas puluhan hektare akibat ketidakstabilan lereng setelah erupsi intensif, memicu gelombang tsunami setinggi beberapa meter di Selat Sunda.
  2. 24–28 Desember 2018: Erupsi freatomagmatik hebat berlangsung terus-menerus ketika air laut masuk berinteraksi langsung dengan magma, melontarkan kolom abu tebal ke atmosfer.
  3. Penurunan Ketinggian Drastis: Tubuh gunung api yang sebelumnya memiliki ketinggian sekitar 338 meter di atas permukaan laut (mdpl) menyusut tajam hingga tersisa sekitar 110 mdpl, dengan hilangnya volume material diperkirakan mencapai 150 hingga 180 juta meter kubik.

Fase Pertumbuhan dan Pembentukan Kaldera Baru

Pascaperistiwa longsoran besar tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dinamika pembentukan kerucut baru di dalam kawah yang terbuka ke arah laut. Material erupsi yang tertimbun membentuk batas pemisah kawah dengan air laut, memungkinkan aktivitas vulkanik kembali bergeser dari freatomagmatik menjadi magmatik murni.

"Secara geologis, gunung api bertipe seperti Anak Krakatau memiliki sifat siklis untuk terus membangun konstruksi tubuhnya kembali usai fase destruktif. Penumpukan material piroklastik dan aliran lava secara konstan memulihkan volume yang hilang," terang pernyataan tim ahli geologi pemantau gunung api.

Kini, ketinggian dan morfologi Gunung Anak Krakatau terus mengalami perubahan terukur melalui citra satelit dan pemantauan visual stasiun pos pengamatan Pasauran serta Kalianda. Pertambahan volume ini merupakan bagian alami dari evolusi kompleks vulkanik Krakatau yang telah berlangsung selama puluhan tahun sejak kemunculan perdananya ke permukaan laut pada 1927.

Mitigasi Risiko dan Imbauan Kebencanaan

Meskipun proses pembentukan kembali tubuh gunung api adalah fenomena alamiah yang lazim, PVMBG dan Badan Geologi tetap menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat di sekitar Selat Sunda.

  • Radius Bahaya: Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang mendekati kawah aktif dalam radius steril yang ditetapkan oleh otoritas kegunungapian guna menghindari ancaman lontaran bom lava dan gas beracun.
  • Pemantauan Multiseismik: Pemasangan sensor seismik, stasiun pasang surut (tide gauge), dan radar muka air laut terus dimaksimalkan untuk mendeteksi potensi anomali geologi sedini mungkin.
  • Kesiapsiagaan Pesisir: Warga pesisir diimbau senantiasa mengupdate informasi resmi dari kanal PVMBG dan BMKG serta tidak terpengaruh hoaks terkait aktivitas vulkanik Selat Sunda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User