Menolak Impor demi Petani Kecil
Prabowo, yang kala itu memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, menuturkan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk keberpihakan kepada para petani kecil. Ia menilai, gelombang impor beras yang direncanakan pemerintah pada era itu akan menggerus kesejahteraan petani lokal dan memperdalam ketimpangan di perdesaan.
"Saya pernah menghadap Aburizal Bakrie, meminta beras tak diimpor. Saat itu saya sebagai Ketua Umum HKTI merasa kebijakan tersebut tidak memikirkan nasib petani kita sendiri,"
ujar Prabowo di hadapan ribuan petani dan nelayan yang memadati lokasi acara.
Neoliberalisme yang Menyesatkan Ekonomi
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengaitkan sikapnya yang pantang menyerah di kontestasi politik dengan arah pembangunan ekonomi yang ia nilai melenceng dari cita-cita keadilan sosial. Ia menyebut bahwa ideologi neoliberal yang mendominasi kebijakan ekonomi saat itu telah menjauhkan negara dari keberpihakan kepada rakyat kecil.
"Empat kali kalah, yang terakhir menang. Kenapa saya masih terus? Karena saya melihat arah pembangunan, arah ekonomi kita waktu itu di arah yang keliru. Waktu itu yang dianut adalah paham neoliberal,"
kenangnya.
Presiden menegaskan bahwa semangatnya untuk terus maju bersumber dari keyakinan bahwa jalan ekonomi yang kapitalistik tidak akan mampu membawa kemakmuran bagi petani, nelayan, dan buruh. Ia berpendapat, pembangunan semestinya berakar pada kemandirian pangan dan perlindungan nyata terhadap produsen dalam negeri.
Inspirasi Perubahan untuk Masa Depan Pangan
Kisah perjuangan melawan impor beras tersebut disampaikan Prabowo untuk mengobarkan semangat para peserta Penas. Ia ingin agar pengalaman itu menjadi pemantik bagi generasi petani dan nelayan muda untuk berani bersuara dan terlibat dalam menentukan kebijakan yang langsung menyentuh sektor pertanian.
Menurut laporan tim media kami di lokasi, pidato itu disambut sorak dan tepuk tangan panjang dari audiens. Beberapa peserta bahkan terlihat mengacungkan simbol dukungan. Prabowo menutup keterangannya dengan menekankan bahwa perbaikan ekosistem pangan nasional akan terus menjadi prioritas utama pemerintahannya, dan agar para petani tidak lagi menjadi korban arus perdagangan global yang tidak adil.
Comments (0)