Gempa Susulan Masih Terjadi, Pengungsi NTT Tembus 92.735 Jiwa
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengungsi terus berta
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengungsi terus bertambah secara signifikan. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 92.735 jiwa, melonjak dari catatan sebelumnya yang berjumlah 59.647 jiwa.
Gelombang gempa yang mengguncang wilayah NTT dalam beberapa hari terakhir telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Kekhawatiran terhadap gempa susulan yang masih kerap dirasakan menjadi alasan utama warga memilih bertahan di lokasi pengungsian daripada kembali ke kediaman masing-masing.
Informasi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam keterangan pers secara virtual yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Kamis, 20 Agustus 2026.
"Kami mencatat 92.735 jiwa yang semula 59.647 jiwa. Sehingga catatan kami bertambah 33.088 jiwa," kata Berton Panjaitan.
Lonjakan Pengungsi Terbesar di Tiga Kabupaten
Berdasarkan data yang dirilis BNPB, penambahan jumlah pengungsi terbanyak terjadi di tiga kabupaten. Kabupaten Nagekeo mencatat penambahan pengungsi tertinggi, disusul Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat.
- Kabupaten Nagekeo: penambahan 21.883 jiwa pengungsi
- Kabupaten Manggarai: penambahan 9.649 jiwa pengungsi
- Kabupaten Manggarai Barat: penambahan 1.556 jiwa pengungsi
Ketiga kabupaten tersebut berada di kawasan yang rentan terhadap guncangan akibat letaknya yang dekat dengan pusat gempa. Kondisi ini membuat warga di wilayah tersebut enggan kembali ke rumah dan memilih menetap sementara di titik-titik pengungsian yang dinilai lebih aman.
3.352 Gempa Susulan Masih Terus Terjadi
Berton mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 3.352 gempa susulan telah terjadi dan masih dirasakan oleh warga di NTT. Kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi, mulai dari getaran dengan magnitudo kecil hingga gempa besar yang mampu memicu kepanikan warga.
Ia menuturkan, gempa susulan berkekuatan besar kembali dirasakan pada pagi hari, tepatnya pukul 10.47 WIB, dengan magnitudo 5,7. Getaran yang cukup kuat tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas seismik di wilayah NTT belum sepenuhnya mereda.
"Gempa ini terus dirasakan besar maupun kecil. Kami dari pagi merasakan gempa susulan besar pada pukul 10.47 WIB, gempa M 5,7. Dengan masih banyak gempa susulan tergolong besar, masyarakat tetap waspada dan siap siaga," katanya.
Korban Meninggal Bertambah Menjadi 75 Orang
Selain lonjakan jumlah pengungsi, BNPB juga mencatat adanya penambahan korban jiwa. Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT kini mencapai 75 orang, bertambah empat orang dari catatan sebelumnya yang berjumlah 71 orang. Penambahan korban ini menunjukkan bahwa dampak gempa di NTT masih terus berkembang seiring dengan terkumpulnya data terbaru dari lapangan.
Kronologi Perkembangan Data Gempa NTT
- Jumlah pengungsi awal tercatat 59.647 jiwa.
- Jumlah pengungsi bertambah 33.088 jiwa menjadi 92.735 jiwa.
- Gempa susulan magnitudo 5,7 dirasakan warga pada pukul 10.47 WIB.
- Total gempa susulan mencapai 3.352 kali hingga Kamis, 20 Agustus 2026.
- Korban meninggal bertambah dari 71 menjadi 75 orang.
Imbauan BNPB kepada Masyarakat
Menghadapi situasi yang masih belum stabil, BNPB mengimbau seluruh warga di NTT, khususnya di wilayah terdampak, untuk tetap waspada dan siap siaga. Masyarakat diminta tidak panik, namun tetap mengikuti arahan petugas penanggulangan bencana di lapangan.
Berton juga mengingatkan agar warga yang berada di lokasi pengungsian memperhatikan kondisi kesehatan dan kebersihan lingkungan untuk mencegah timbulnya penyakit. Sementara itu, BNPB bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan gempa susulan dan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti makanan, air bersih, serta tempat berlindung, dapat terpenuhi.
Pemerintah juga mengimbau warga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu memantau informasi resmi dari BNPB serta badan penanggulangan bencana daerah setempat. Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan dampak gempa susulan dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.
[SOCIAL_TWEET]: ⚠️ BREAKING: Pengungsi gempa NTT tembus 92.735 jiwa! Korban meninggal 75 orang, 3.352 gempa susulan masih terasa. Warga diminta tetap waspada. #GempaNTT #BNPB #BencanaAlam[SOCIAL_TG]: 🚨 UPDATE GEMPA NTT: Pengungsi tembus 92.735 jiwa (+33.088), korban meninggal 75 orang, gempa susulan tercatat 3.352 kali termasuk M 5,7 pada pukul 10.47 WIB. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.
Comments (0)