JAKARTA — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap impor logistik yang menyeret pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam persidangan, mantan Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai, Orlando Hamonangan, blak-blakan mengakui perannya sebagai perantara yang membagikan uang suap dari pihak swasta kepada sejumlah pejabat di instansinya, termasuk terdakwa Budiman Bayu.
Fakta tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami skema distribusi amplop berisi uang yang bersumber dari bos Blueray Cargo, Jhon Field. Orlando mengonfirmasi secara langsung bahwa aliran dana haram tersebut memang nyata dan disalurkan secara sistematis.
"Saksi mengetahui ada jatah uang untuk Pak Bayu dari mana?" cecar Jaksa KPK, Muhammad Taqdir di ruang sidang.
"Karena saya yang menyerahkan langsung, Pak," jawab Orlando di hadapan majelis hakim.
Kronologi Permufakatan dan Pertemuan di Hotel Hermitage
Berdasarkan keterangan saksi di persidangan, pemufakatan jahat ini bermula dari komunikasi intensif antara pihak swasta dengan oknum Bea Cukai untuk memuluskan arus barang kargo. Berikut linimasa dan fakta penting yang terungkap:
- Inisiasi Pertemuan (Juli 2025): Pimpinan Blueray Cargo, Jhon Field, menemui saksi dan mulai menyinggung komitmen pemberian "dana kontribusi" agar proses pemeriksaan kepabeanan kargo impor miliknya tidak dipersulit.
- Pemetaan Pejabat Penerima: Jhon Field menanyakan struktur jabatan dan jumlah kepala seksi (Kasie) di unit intelijen Bea Cukai untuk menentukan besaran alokasi dana suap per pos jabatan.
- Pertemuan Lanjutan di Hotel Hermitage: Komunikasi berlanjut ke tahap operasional dalam pertemuan khusus di Hotel Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat, di mana rincian teknis pembagian amplop disepakati.
- Distribusi Amplop Bertanda Khusus: Paket uang suap kemudian diserahkan kepada para pejabat terkait sesuai daftar nama yang telah dipetakan sebelumnya.
Penggunaan Kode Khusus dan Modus Suap Kargo
Untuk mengaburkan jejak dan menghindari pengawasan internal, para pelaku menggunakan kode khusus pada setiap amplop yang dibagikan. Orlando membeberkan bahwa terdakwa Budiman Bayu memiliki sandi tertentu dalam pembagian uang pelicin tersebut.
- Kode Terdakwa: Budiman Bayu diberikan inisial khusus berupa kode "BY" pada amplop uang tunai.
- Modus Operandi: Dana suap disamarkan dengan istilah "kontribusi operasional" untuk memastikan kelancaran arus barang impor Blueray Cargo dari jalur pengawasan intelijen.
- Keterlibatan Lintas Pejabat: Aliran dana tidak hanya berhenti pada satu nama, melainkan menyasar sejumlah pejabat struktural di lingkungan intelijen Bea Cukai.
Orlando mengakui, sejak awal pertemuan, Jhon Field telah menunjukkan niat eksplisit untuk memberikan imbalan uang demi mendapatkan keistimewaan pelayanan kepabeanan. Hingga kini, persidangan masih terus mendalami total nominal gratifikasi serta peran pihak-pihak lain yang turut menerima keuntungan haram dari skema suap kargo impor tersebut.
Comments (0)