Eks Dirut Zoo Surabaya Bikin Negara Rugi Rp10,2 Miliar
BARU SAJA — Kejati Jatim membongkar praktik rasuah yang dilakukan Choirul Anwar, mantan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS). Modus rangkap tiga jabatan dan mark up anggaran d...
BARU SAJA — Kejati Jatim membongkar praktik rasuah yang dilakukan Choirul Anwar, mantan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS). Modus rangkap tiga jabatan dan mark up anggaran dilaporkan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp10,2 miliar.
KONFIRMASI Kejati Jatim
Penyidik Kejati Jatim memastikan kasus ini telah naik ke tahap penyidikan mendalam. Choirul Anwar disebut memanfaatkan tiga posisi strategis secara bersamaan untuk menguras kas perusahaan daerah.
Modus Rangkap Jabatan
BREAKING — Choirul Anwar tercatat menduduki kursi Dirut PD TS KBS sambil merangkap jabatan struktural lainnya. Posisi ganda ini membuka celah besar untuk memanipulasi alokasi anggaran internal perusahaan.
- Jabatan 1: Dirut PD Taman Satwa KBS
- Jabatan 2: Posisi struktural tambahan di internal KBS
- Jabatan 3: Jabatan taktis yang memberi akses penuh ke pengelolaan anggaran
Skema Mark Up Anggaran
UPDATE terbaru dari tim penyidik menunjukkan praktik mark up dilakukan secara sistematis. Choirul Anwar disebut menggelembungkan nilai kontrak pengadaan barang dan jasa di lingkungan kebun binatang.
Beberapa pos anggaran yang dimanipulasi antara lain:
- Pengadaan pakan satwa
- Perawatan fasilitas kandang
- Proyek renovasi area wisata
- Pengadaan obat dan vitamin hewan
Kerugian Negara Rp10,2 Miliar
Perhitungan awal dari auditor independen mengkonfirmasi total kerugian negara tembus Rp10,2 miliar. Angka ini berasal dari selisih antara anggaran yang dicairkan dengan realisasi belanja sebenarnya.
Detail kerugian:
- Mark up kontrak: Rp7,4 miliar
- Penyaluran fiktif: Rp1,8 miliar
- Pos lainnya: Rp1 miliar
Profil Choirul Anwar
Mantan Dirut ini memimpin PD TS KBS selama beberapa periode. Selama masa jabatannya, perusahaan daerah tersebut mengelola salah satu kebun binatang tertua di Indonesia.
Kejati Jatim menyatakan Choirul Anwar belum ditahan secara resmi. Penyidik masih mendalami peran pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan rasuah ini.
Siaga Penyidikan Lanjutan
Tim Kejati Jatim saat ini tengah memeriksa saksi-saksi kunci dari internal KBS. Sejumlah dokumen keuangan dan bukti transaksi telah diamankan untuk proses hukum selanjutnya.
Kejati Jatim berjanji akan mengumumkan perkembangan terbaru kasus ini dalam waktu dekat. Masyarakat dan awak media diminta menunggu hasil resmi dari penyidik.
Dampak ke Operasional KBS
Kasus korupsi ini dilaporkan mempengaruhi citra dan operasional Kebun Binatang Surabaya. Pengelola sementara tengah melakukan audit internal guna mencegah kerugian tambahan.
Pengunjung dan stakeholder KBS berharap kasus ini segera tuntas agar kepercayaan publik terhadap institusi kebun binatang bisa pulih kembali.
Comments (0)