Dugaan Pelecehan Seksual Polwan Polda Sumbar Dihentikan, Perwira Promosi
BREAKING — Seorang polisi wanita di Polda Sumatera Barat diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh perwira atasannya sendiri. Kasus yang sempat bergulir kini dihentikan meskipun barang bukti tela...
BREAKING — Seorang polisi wanita di Polda Sumatera Barat diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh perwira atasannya sendiri. Kasus yang sempat bergulir kini dihentikan meskipun barang bukti telah dikantongi. Ironisnya, perwira yang diduga sebagai pelaku justru mendapat promosi jabatan.
Informasi ini mencuat beberapa jam lalu setelah adanya laporan internal yang bocor ke publik. Korban, seorang Polwan berpangkat Briptu, diduga mengalami pelecehan seksual di lingkungan kerja. Dugaan ini diperkuat dengan bukti rekaman dan komunikasi digital. Namun, proses hukum yang diharapkan berjalan malah dihentikan sepihak.
Kronologi dan Bukti yang Dikumpulkan
Kejadian bermula pada awal tahun ini. Korban melaporkan tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh seorang perwira menengah. Laporan tersebut disertai bukti kuat, termasuk tangkapan layar percakapan dan rekaman audio. Meski begitu, penyelidikan internal yang dilakukan Divisi Propam tidak membuahkan hasil yang diharapkan korban.
Saksi mata di lingkungan Polda Sumbar menyebutkan bahwa korban sempat mendapatkan tekanan untuk mencabut laporan. “Ada upaya mediasi yang dipaksakan,” ujar seorang sumber yang enggan disebut namanya. Namun, korban tetap pada keterangannya hingga akhirnya kasus tersebut dinyatakan dihentikan.
- Korban: Polwan berpangkat Briptu di Polda Sumbar.
- Terduga pelaku: Perwira menengah dari satuan berbeda.
- Bukti: Rekaman audio, tangkapan layar percakapan, dan keterangan saksi.
- Status kasus: Dihentikan oleh internal Polda Sumbar.
Penghentian Kasus dan Promosi yang Mengejutkan
Menit lalu, terkonfirmasi bahwa kasus tersebut resmi dihentikan dengan alasan kurangnya bukti. Padahal, sejumlah barang bukti sudah diserahkan korban kepada penyelidik. Keputusan ini menuai kecaman dari aktivis hak perempuan dan pengamat kepolisian.
Yang lebih menohok, perwira yang diduga sebagai pelaku justru dilaporkan mendapatkan promosi ke jabatan strategis di luar daerah. Langkah ini dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap pelaku dan mengabaikan penderitaan korban.
UPDATE — Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polda Sumbar. Korban dikabarkan sedang dalam pendampingan psikologis dan mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke ranah peradilan umum. Publik menanti sikap tegas institusi Polri terhadap kasus ini.
Comments (0)