Dua Kali Gagal, Gilang Kembali Tempuh Seleksi Akpol: Evaluasi Diri
Medan, SUMUT - Seorang pemuda asal Sumatera Utara kembali mengikuti seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) untuk ketiga kalinya. Gilang Bonatua Harahap (19) tidak patah arang meski dua kali gagal di tahun...
Medan, SUMUT - Seorang pemuda asal Sumatera Utara kembali mengikuti seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) untuk ketiga kalinya. Gilang Bonatua Harahap (19) tidak patah arang meski dua kali gagal di tahun sebelumnya. Justru dari kegagalan itu, ia semakin matang dan terus melakukan evaluasi diri.
Kisah Gilang menjadi potret ketangguhan mental generasi muda. Di saat banyak orang memilih menyerah setelah satu atau dua kali jatuh, ia justru menjadikan pengalaman pahit sebagai batu loncatan. Dukungan tanpa henti dari orang tua menjadi bahan bakar utama semangatnya.
Jatuh Bangun Dua Kali
Gilang pertama kali mendaftar Akpol pada 2024. Kala itu, ia masih sangat belia dan persiapan yang dilakukan belum maksimal. Hasilnya, namanya tidak masuk dalam daftar lolos seleksi tahap awal. Bukannya mundur, Gilang malah terpacu. Ia mengikuti bimbingan belajar, meningkatkan kebugaran jasmani, dan mencoba lagi setahun berikutnya.
Namun, nasib baik belum berpihak. Di seleksi 2025, ia kembali gagal. Meski pukulan kedua terasa lebih berat, Gilang tidak larut dalam kesedihan. Ia duduk, merenung, dan mengevaluasi setiap kelemahannya. “Saya catat semua: fisik kurang di bagian lari, akademik perlu tambahan di matematika, dan mental harus lebih tenang,” kenangnya.
Orang Tua, Pilar Kekuatan
Di titik terendah, sosok ayah dan ibu menjadi alasan Gilang tetap tegak. Kedua orang tuanya tak pernah sekalipun menyalahkan atau meminta anaknya berhenti. Sebaliknya, mereka terus menyalakan api harapan. “Mereka selalu bilang, menjadi polisi itu tidak instan. Harus ditempa dulu,” ujar pemuda kelahiran 2007 itu.
Dukungan itu tidak hanya berupa kata-kata. Orang tua Gilang rela mengorbankan waktu dan biaya demi memastikan putranya mendapat bekal terbaik. Mulai dari les tambahan, nutrisi, hingga doa yang tak pernah putus.
Strategi Baru di Seleksi Ketiga
Memasuki tahun 2026, Gilang datang dengan persiapan yang jauh lebih matang. Ia menyusun program latihan fisik harian yang lebih terukur. Lari pagi, push-up, sit-up, dan renang menjadi menu wajib. Selain itu, ia juga memperdalam materi akademik dengan fokus pada mata pelajaran yang sebelumnya menjadi titik lemah.
Tak hanya itu, Gilang juga melatih ketahanan mental. Ia rajin mengikuti simulasi wawancara dan tes psikologi untuk mengasah ketenangan di bawah tekanan. “Saya sudah lebih siap sekarang. Gagal dua kali bukan alasan untuk takut, malah jadi guru terbaik,” tegasnya optimistis.
Pesan untuk Pejuang Mimpi
Perjalanan Gilang mengirimkan pesan kuat bagi siapa pun yang sedang berjuang meraih impian. Bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan. Setiap jatuh adalah kesempatan untuk bangkit lebih kuat dan lebih bijak.
Kini, Gilang tengah fokus menjalani tahapan seleksi dengan penuh keyakinan. Apapun hasil yang menanti, ia telah membuktikan bahwa keberanian untuk terus melangkah adalah kemenangan sejati. Semangat pantang menyerah dan kemauan untuk terus mengevaluasi diri inilah yang akan selalu dikenang dari sosok Gilang Bonatua Harahap.
Comments (0)