DPRD DKI Paksa Disdik Buka Data Sekolah Rusak Pasca Ambruk
Komisi E DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI segera merilis data kondisi seluruh bangunan sekolah. Tuntutan ini meroket setelah gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 mendadak ambruk...
Komisi E DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) DKI segera merilis data kondisi seluruh bangunan sekolah. Tuntutan ini meroket setelah gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 mendadak ambruk pada Senin (27/7/2026). Para legislator menilai insiden itu adalah puncak dari krisis pemeliharaan fasilitas pendidikan di ibu kota.
Kronologi Kejadian
Bangunan dua lantai di Jakarta Selatan itu runtuh sekitar pukul 10.00 WIB saat jam istirahat. Seluruh siswa dan guru berhasil dievakuasi dalam waktu singkat. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Saksi mata melaporkan suara retakan keras sebelum atap dan dinding penyangga ambruk. Tim Pemadam Kebakaran dan BPBD DKI tiba 15 menit setelah laporan. Kepanikan sempat melanda wali murid yang berdatangan ke lokasi.
Desakan Transparansi Data
Wakil Ketua Komisi E, Ahmad Fauzi, menegaskan permintaan data ini sudah berlangsung sejak 2025. “Kami meminta Disdik membuka data mentah kondisi sekolah, bukan laporan yang sudah dipoles. Transparansi adalah harga mati,” ucapnya di sela peninjauan reruntuhan.
Menurutnya, data awal menunjukkan 215 sekolah di Jakarta berstatus rusak berat. Sebagian besar berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Namun angka pasti masih menjadi misteri karena Disdik dinilai tidak responsif.
Janji Audit dan Keraguan DPRD
Pelaksana Tugas Kepala Disdik DKI, Dewi Sartika, berjanji akan menggelar audit total dan merilis hasilnya dalam dua pekan. “Kami sedang menyusun tim verifikasi. Data akan disampaikan secepatnya,” kilahnya.
Namun Komisi E tidak puas. Mereka menginginkan platform digital yang menampilkan kondisi riil setiap sekolah secara real-time. “Kami tidak mau hanya dapat janji atau PDF yang dikirim via email. Ini menyangkut nyawa anak-anak,” tegas Ahmad.
Fakta di Lapangan: Sekolah Lapuk Tanpa Renovasi
Data dari Ikatan Ahli Konstruksi Indonesia (IAKI) menyebut sekitar 40% bangunan sekolah di Jakarta berusia lebih dari 35 tahun. Hampir separuhnya belum pernah menjalani renovasi total. Situasi ini diperparah oleh minimnya anggaran pemeliharaan yang hanya 5% dari total APBD Pendidikan.
Orang tua murid SDN 09 mengaku sudah berkali-kali melaporkan retakan di tembok kelas. Namun respons sekolah sebatas tambal sulam. “Kami sudah sering bilang, tapi diabaikan. Untung saja tidak ada anak di dalam saat runtuh,” ujar salah satu wali murid dengan nada geram.
DPRD Panggil Gubernur
Komisi E berencana memanggil Gubernur DKI dan seluruh pejabat Disdik pada pekan depan. Agenda utamanya adalah mempertanyakan alokasi anggaran dan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola bangunan sekolah. DPRD juga mendesak pembentukan tim investigasi independen.
Tim tersebut akan bertugas mengusut penyebab pasti ambruknya SDN 09 dan melakukan pemetaan sekolah rawan roboh. Hasil investigasi diharapkan rampung dalam 30 hari.
Sementara itu, para orang tua diimbau untuk melaporkan segera jika menemukan tanda-tanda kerusakan di sekolah anak-anak. DPRD membuka saluran aduan 24 jam via hotline dan aplikasi pesan.
Comments (0)