Sep 18, 2026
Hukum

DPR Desak Aparat Proaktif Usut Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bersikap proaktif dalam mengusut tuntas sejumlah insiden

DPR Desak Aparat Proaktif Usut Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bersikap proaktif dalam mengusut tuntas sejumlah insiden dugaan keracunan massal yang menimpa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa pihak berwajib tidak boleh berpangku tangan atau sekadar menunggu laporan resmi dari pihak korban mengingat perkara ini menyangkut keselamatan anak-anak sekolah.

Menurut Charles, penegakan hukum dalam kasus keracunan makanan pada program strategis nasional ini merupakan bentuk perlindungan mendasar bagi masyarakat. Keberadaan indikasi kelalaian dalam penyediaan menu harus ditelusuri secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir guna memastikan tidak ada pihak yang mengabaikan standar higienitas dan keamanan pangan.

Kronologi dan Sorotan Kasus di Berbagai Daerah

Program Makan Bergizi Gratis yang tengah digulirkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia sempat diwarnai catatan kelam akibat adanya laporan gangguan pencernaan dan keracunan pada sejumlah siswa. Kondisi ini memicu kekhawatiran publik terhadap sistem kontrol kualitas yang diterapkan oleh para mitra katering penyedia makanan.

  1. Tahap Distribusi dan Konsumsi: Ratusan siswa di beberapa titik sekolah mengonsumsi paket makanan yang disalurkan melalui program uji coba dan implementasi MBG.
  2. Munculnya Gejala Medis: Selang beberapa jam setelah santap siang, sejumlah murid mengeluhkan gejala mual, pusing, sakit perut, hingga muntah-muntah hebat yang memaksa mereka dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
  3. Investigasi Awal Kesehatan: Dinas Kesehatan setempat dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung mengamankan sampel makanan serta muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium toksikologi.
"Aparat penegak hukum harus langsung turun tangan tanpa perlu menunggu adanya laporan kepolisian dari pihak keluarga atau korban. Keselamatan anak-anak kita adalah prioritas mutlak, dan jika ada unsur kelalaian fatal, pihak yang bertanggung jawab harus ditindak secara tegas sesuai hukum yang berlaku," tegas Charles Honoris di Jakarta.

Urgensi Penyelidikan Menyeluruh dan Penegakan Standar

Charles menggarisbawahi bahwa aparat penegak hukum bersama instansi teknis terkait perlu memeriksa seluruh rantai pasok pengadaan bahan pangan program MBG. Penyelidikan tidak hanya menyasar juru masak di dapur umum, melainkan juga menelusuri pemasok bahan mentah, kelayakan fasilitas penyimpanan, hingga durasi distribusi makanan sebelum disajikan kepada para siswa.

Komisi IX DPR RI meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengawasan pangan. Beberapa poin krusial yang harus diperbaiki secara mendesak meliputi:

  • Sertifikasi Higiene dan Sanitasi: Memastikan seluruh penyedia jasa boga memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang terverifikasi secara ketat.
  • Uji Sampel Berkala: Keterlibatan aktif BPOM dan Puskesmas setempat dalam memeriksa kelayakan menu harian sebelum dibagikan kepada peserta didik.
  • Mekanisme Respons Cepat: Pembentukan posko darurat medis dan jalur evakuasi cepat apabila terjadi indikasi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan di lingkungan sekolah.

Langkah proaktif dari aparat kepolisian dinilai dapat memberikan efek jera serta meningkatkan kedisiplinan para vendor penyedia makanan. Dengan pengawasan berlapis dan penegakan hukum yang tanpa kompromi, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat mencapai tujuan mulianya tanpa membahayakan kesehatan generasi penerus bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User