Sep 17, 2026
Hukum

Dokter Peringatkan Bahaya Konsumsi Bebas Ibuprofen Terhadap Kerusakan Ginjal

MADRID — Penggunaan obat pereda nyeri tanpa pengawasan medis kini menjadi sorotan tajam para pakar kesehatan internasional. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi

Dokter Peringatkan Bahaya Konsumsi Bebas Ibuprofen Terhadap Kerusakan Ginjal

MADRID — Penggunaan obat pereda nyeri tanpa pengawasan medis kini menjadi sorotan tajam para pakar kesehatan internasional. Pasalnya, kebiasaan mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan naproksen yang mudah dibeli di apotek dinilai menyimpan ancaman serius terhadap fungsi organ vital, khususnya ginjal.

Peringatan tegas tersebut disampaikan oleh Dr. Emilio Sánchez, dokter spesialis nefrologi sekaligus Presiden Spanish Society of Nephrology (SEN). Ia menyoroti tingginya angka peredaran bebas obat analgesik ini di tengah masyarakat yang minim pemahaman mengenai efek samping jangka panjangnya.

"Ibuprofen dan naproksen sangat mengkhawatirkan saya karena dijual secara bebas tanpa resep. Obat-obat ini memang sangat efektif meredakan nyeri, namun harga biologis yang harus dibayar oleh ginjal sangatlah mahal," ujar Dr. Emilio Sánchez dalam keterangannya.

Kronologi dan Mekanisme Kerusakan Ginjal Akibat Obat Nyeri

Kerusakan ginjal akibat konsumsi pereda nyeri sering kali berkembang secara perlahan dan tanpa disadari oleh pasien. Dr. Sánchez memaparkan urutan dampak fisiologis yang terjadi ketika tubuh terpapar OAINS secara berulang:

  1. Penurunan Aliran Darah Renal: Pada tahap awal konsumsi, obat bekerja menghambat enzim prostaglandin yang berfungsi menjaga pelebaran pembuluh darah di ginjal, sehingga pasokan darah ke unit penyaring (nefron) mendadak turun.
  2. Cedera Jaringan Akut Subklinis: Penurunan aliran darah yang berulang memicu iskemia ringan dan mikrotrauma pada jaringan ginjal yang kerap luput dari perhatian karena tidak menimbulkan rasa sakit secara langsung.
  3. Perkembangan Penyakit Ginjal Kronis (PGK): Akumulasi cedera tersebut secara progresif menurunkan laju filtrasi glomerulus (eGFR), menyebabkan kerusakan permanen pada struktur ginjal.
  4. Percepatan Penuaan Dini: Kerusakan fungsi filtrasi memicu penumpukan racun uremik dan peradangan sistemik yang mempercepat penuaan sel-sel tubuh secara prematur.

Urgensi Deteksi Dini dan Pencegahan Komplikasi

Penyakit ginjal kronis kerap dijuluki sebagai silent killer karena pada stadium awal jarang memperlihatkan gejala klinis yang nyata. Dr. Sánchez menegaskan pentingnya kewaspadaan dini sebelum fungsi ginjal merosot hingga ke tingkat kritis yang memerlukan cuci darah atau transplantasi.

Untuk menekan risiko keparahan, Perhimpunan Nefrologi menekankan sejumlah langkah preventif yang krusial bagi masyarakat luas:

  • Membatasi Penggunaan Obat Bebas: Hindari mengonsumsi ibuprofen, naproksen, atau asam mefenamat tanpa anjuran dokter, terutama untuk mengatasi nyeri berulang lebih dari tiga hari berturut-turut.
  • Rutin Menjalani Skrining Medis: Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana seperti tes kreatinin darah dan uji rasio albumin-kreatinin urine secara berkala.
  • Mengelola Faktor Risiko Komorbid: Mengontrol ketat tekanan darah dan kadar gula darah yang sering kali memperberat beban kerja ginjal.

Dr. Sánchez mengingatkan bahwa penanganan nyeri semestinya menyasar pada akar penyebab penyakit, bukan sekadar menekan rasa sakit dengan obat bebas yang justru mengorbankan kesehatan ginjal di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User