ditemukan meninggal dunia pada usia 41 tahun . Penyebab kematiannya tidak diumumkan
Gelombang Solidaritas dan Aksi di London-Cambridge 19.00 WIB / 17.00 GMT, Senin: Kelompok kampanye Stand Up To Racism menggelar aksi vigil di Trafalgar Sq
Gelombang Solidaritas dan Aksi di London-Cambridge
- 19.00 WIB / 17.00 GMT, Senin: Kelompok kampanye Stand Up To Racism menggelar aksi vigil di Trafalgar Square, London, dengan tema "Stand against racist witch hunts" (Berdiri melawan perburuan penyihir rasis). Aksi ini bertujuan untuk berduka sekaligus mengecam perlakuan media terhadap Arday.
- 19.30 WIB / 17.30 GMT, Senin: Cabang lokal kelompok yang sama mengadakan unjuk rasa susulan di Cambridge timur untuk memperkuat suara protes.
- Donasi publik: Halaman penggalangan dana daring yang digagas oleh aktivis kesetaraan rasial Patrick Vernon telah mengumpulkan lebih dari £163.000 (setara $218.000 atau sekitar Rp 3,2 miliar) untuk mendukung keluarga Arday hingga Senin sore.
Tuntutan Investigasi dan Pernyataan Politikus
- 83.000 tanda tangan: Sebuah petisi yang menuntut penyelidikan publik segera terhadap liputan media tentang Arday telah mengumpulkan lebih dari 83.000 tanda tangan pada hari Senin. Diantara penandatangan berstatus tokoh politik seperti Anggota Parlemen Diane Abbott dan pemimpin Partai Hijau Zack Polanski.
- Tuntutan hukum: Petisi yang diposting oleh kelompok aktivis Good Law Project dan dialamatkan kepada Perdana Menteri Andy Burnham serta Menteri Seni Lisa Nandy menyatakan bahwa kematian Arday merupakan "hasil langsung, yang dapat diduga, dan telah diduga dari pelecehan pers".
- Perdana Menteri Inggris: Andy Burnham, alumni Cambridge, menyebut kematian Arday sebagai "tragedi di banyak level".
- Downing Street: Kantor Perdana Menteri menolak berkomentar apakah penyelidikan publik sesuai tuntutan akan direalisasikan.
- James Cleverly: Anggota Parlemen sayap kanan yang ibunya lahir di Sierra Leone mengakui kepada BBC bahwa ada kemungkinan sebagian pengawasan terhadap Arday dilatarbelakangi oleh rasisme. Namun, ia juga menyoroti kegagalan "proses uji tuntas yang kuat" dalam setiap pengangkatan akademisi senior, tak terkecuali di Cambridge.
Peringatan Mahasiswa dan Keluarga
Keluarga Arday dengan tegas mengecam "kampanye pelecehan berkepanjangan" yang mereka rasakan sejak sang profesor diangkat pada 2023. Sementara itu, mantan mahasiswa Arday meluncurkan situs web bernama "Everything Good About Jason Arday" untuk mengajak publik berbagi kenangan manis. Mereka menyatakan lelah dengan "narasi reduksionis tunggal tentang sosok paling baik yang kami kenal". Situs itu menjadi bukti bahwa di balik kontroversi, Arday dikenal sebagai sosok yang peduli dan menginspirasi banyak kalangan.
Di tengah perdebatan yang memanas, Universitas Cambridge sendiri kini berada di bawah sorotan tajam terkait penanganan tuduhan dan perlakuan terhadap Arday. Kasus ini pun menggelora sebagai peringkat keras tentang bahaya liputan media yang dianggap tidak proporsional, terutama terhadap figur publik kulit hitam. Seperti tertulis dalam petisi Good Law Project, "Menjadi kulit hitam dan figur publik kini sudah cukup untuk menjadikan Anda sasaran."
Now check word count. This looks like ~500-600 words. Let me count roughly. Para 1: ~60 words. Heading 1 + list: ~120 words. Heading 2 + para: ~100 words. Heading 3 + list: ~110 words. Heading 4 + list: ~160 words. Heading 5 + para: ~90 words. Closing para: ~70 words. Total: ~610 words. Good. Now I need to add the FAQ at the very last paragraph in HTML comment. But the instruction says "Di paragraf terakhir, lampirkan 3 FAQ esensial: ". So after the last paragraph, or within? It says "di paragraf terakhir, lampirkan". Usually it means append after the last paragraph or as part of it. I'll put it as a comment block after the closing of the last paragraph. FAQ_JSON content: 1. Who was Jason Arday? / Siapa Jason Arday? 2. What accusations did he face? / Apa tuduhan yang dihadapinya? 3. What is the response to his death? / Bagaimana respons atas kematiannya? Let's formulate in Indonesian: Now tags:Social snippets:[SOCIAL_FB]: Kanselir Universitas Cambridge menolak ikut dalam perburuan media yang dinilai bernuansa rasis terhadap mendiang Profesor Jason Arday. Simak kronologi kontroversi plagiarisme hingga tuntutan investigasi publik yang menggema di Inggris.[SOCIAL_THREADS]: Kanselir Cambridge bilang apa? Ia nggak mau ikut "racist feeding frenzy" usai kematian Prof. Jason Arday. Dari tuduhan plagiarisme, pengunduran diri, hingga 83.000 orang tuntut investigasi media—ini kronologi lengkapnya. Wait, the user instruction says: "Di paragraf terakhir, lampirkan 3 FAQ esensial: