Ditahan di Tepi Barat, Anggota DPR AS Sebut IDF Berbohong
BREAKING NEWS — Anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna, melontarkan tuduhan keras terhadap militer Israel. Ia menuding Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara sengaja memberikan keterangan palsu ...
BREAKING NEWS — Anggota Kongres Amerika Serikat, Ro Khanna, melontarkan tuduhan keras terhadap militer Israel. Ia menuding Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara sengaja memberikan keterangan palsu terkait insiden penahanan dirinya di Tepi Barat yang diduduki.
Insiden bermula saat Khanna melakukan kunjungan lapangan di kawasan Tepi Barat. Menit-menit menegangkan terjadi ketika ia dihentikan secara paksa oleh sekelompok pemukim Israel bersenjata. Tak lama berselang, tentara IDF tiba di lokasi dan turut menahan anggota DPR dari Partai Demokrat itu.
Khanna mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa versi resmi yang dirilis militer Israel tidak sesuai dengan fakta di lapangan. “Mereka berbohong kepada publik,” ujarnya singkat dalam pernyataan yang dikonfirmasi timnya.
Fakta Kunci Insiden
- Penahanan oleh pemukim bersenjata: Khanna dicegat sekelompok pemukim Israel yang membawa senjata api.
- Tentara IDF terlibat: Pasukan Israel kemudian mengambil alih penahanan dan memperlakukan Khanna sebagai tersangka.
- Tuduhan kebohongan resmi: Militer Israel merilis narasi yang disebut Khanna tidak benar dan menyesatkan.
- Lokasi di Tepi Barat: Kawasan yang menjadi titik ketegangan tinggi antara Israel dan Palestina.
UPDATE — Saksi mata melaporkan bahwa insiden berlangsung cepat dan penuh intimidasi. Khanna dikabarkan sempat dicegah untuk berkomunikasi dengan stafnya. Militer Israel hingga kini belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Khanna dikenal sebagai politisi progresif yang kerap menyuarakan kritik terhadap kebijakan Israel di wilayah pendudukan. Penahanan ini memicu gelombang reaksi di Washington. Sejumlah anggota parlemen AS menyatakan keprihatinan dan mendesak transparansi penuh dari Israel.
Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan diplomatik antara sekutu dekat tersebut. Amerika Serikat kerap menekan Israel agar menghormati hak-hak warga negara asing di Tepi Barat, namun tuduhan kebohongan sistematis dari IDF akan semakin memperkeruh hubungan bilateral.
Evakuasi diplomatik dinyatakan siaga setelah kejadian. Tim keamanan Khanna langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan sang anggota Kongres. Investigasi internal disebut tengah disiapkan, namun belum ada hasil yang diumumkan.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kebenaran harus diungkap,” tegas sumber dekat Khanna. Publik kini menanti langkah konkret Gedung Putih merespons insiden yang memalukan ini.
Baca juga:
Comments (0)