Dirjen SDA Miris Sungai Cibanten Penuh Sampah, Dulu Bersih
BARU SAJA — Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Ban...
BARU SAJA — Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten. Sungai yang dulu dikenal jernih dan bersih kini dipenuhi tumpukan sampah. Pernyataan itu disampaikan saat membuka acara Gerakan Irigasi Bersih di lokasi sungai, Jumat (7/8/2026).
Arnold menegaskan bahwa perubahan drastis ini menjadi alarm serius bagi pengelolaan lingkungan. "Dulu airnya bersih sekali, sekarang penuh sampah. Ini memprihatinkan," ujarnya di hadapan peserta gerakan. Ia menekankan bahwa sungai bukan tempat pembuangan akhir, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga.
Fakta Kunci di Lokasi
- Sungai Cibanten kini dipenuhi sampah plastik, organik, dan limbah domestik.
- Gerakan Irigasi Bersih digagas untuk memulihkan fungsi sungai dan saluran irigasi.
- Arnold Ritiauw hadir langsung memimpin aksi bersih-bersih simbolis.
- Kesehatan masyarakat menjadi alasan utama dorongan pembersihan.
Kronologi dan Dampak
Menurut pantauan di lapangan, tumpukan sampah terlihat mengambang di permukaan air, sebagian menyumbat aliran. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam kesehatan warga sekitar. Air yang tercemar dapat menjadi sumber penyakit seperti diare, demam berdarah, dan infeksi kulit.
Arnold menjelaskan bahwa Sungai Cibanten memiliki peran vital bagi irigasi pertanian di sekitarnya. Jika terus tercemar, produktivitas lahan pertanian akan menurun. "Kita tidak bisa biarkan ini berlanjut. Sampah harus dikelola dari hulu ke hilir," tegasnya.
Aksi Nyata dan Target
Gerakan Irigasi Bersih tidak hanya berhenti pada aksi bersih-bersih hari ini. Arnold mendorong adanya program berkelanjutan yang melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Target jangka pendeknya adalah membersihkan seluruh titik kritis sungai dalam dua minggu ke depan.
"Kami targetkan dalam 14 hari, volume sampah di Sungai Cibanten berkurang signifikan. Ini butuh kerja sama semua pihak," kata Arnold. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Balai Wilayah Sungai setempat.
Peran Masyarakat dan Edukasi
Arnold menyoroti bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Banyak warga yang masih membuang sampah langsung ke sungai karena kebiasaan lama. Untuk itu, edukasi intensif akan dilakukan melalui sosialisasi door-to-door dan pemasangan plang larangan di titik rawan.
"Sungai ini milik kita bersama. Jika kita jaga, manfaatnya kembali ke kita. Jika kita rusak, bencana yang datang," ujarnya. Ia juga mengapresiasi komunitas lokal yang sudah mulai peduli dan ikut serta dalam gerakan ini.
Data dan Fakta Singkat
- Panjang Sungai Cibanten sekitar 45 km, melintasi Kabupaten Serang dan Kota Serang.
- Volume sampah diperkirakan mencapai 10 ton per hari di musim kemarau.
- 70% sampah berasal dari aktivitas domestik rumah tangga.
- Gerakan Irigasi Bersih merupakan program nasional KemenPU yang menyasar 100 sungai prioritas.
Harapan dan Langkah Lanjutan
Arnold berharap Gerakan Irigasi Bersih menjadi momentum perubahan perilaku. Ia meminta pemerintah kota menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, seperti tempat pembuangan sementara dan bank sampah. "Jangan sampai sampah yang sudah dibersihkan kembali menumpuk minggu depan," katanya.
Langkah lanjutan akan mencakup pemasangan saringan sampah di titik strategis, normalisasi aliran, dan penanaman vegetasi di bantaran sungai. Semua ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis Sungai Cibanten.
Hingga berita ini diturunkan, aksi bersih-bersih masih berlangsung. Puluhan relawan dari berbagai unsur terlihat mengangkat sampah menggunakan peralatan manual. Evakuasi sampah besar dilakukan dengan alat berat. Perkembangan lebih lanjut akan kami update secepatnya.
Comments (0)