Sep 17, 2026
Nasional

Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

BERITATERCEPAT.COM — Suasana belajar di lingkungan sekolah mendadak berubah menjadi kepanikan massal setelah puluhan siswa terpaksa dilarikan ke instalasi

Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

BERITATERCEPAT.COM — Suasana belajar di lingkungan sekolah mendadak berubah menjadi kepanikan massal setelah puluhan siswa terpaksa dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) puskesmas dan rumah sakit terdekat. Para siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan akut sesaat setelah menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada jam istirahat siang.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik setelah rekaman video amatir yang memperlihatkan armada ambulans hilir mudik mengevakuasi para pelajar viral di media sosial. Sejumlah siswa terlihat lemas, memegangi perut, hingga harus dibantu menggunakan kursi roda saat tiba di fasilitas pelayanan medis terdekat.

Kronologi Kejadian di Lapangan

Berdasarkan keterangan saksi mata dan pihak sekolah, pembagian konsumsi makan siang bergizi berlangsung normal pada pukul 10.30 WIB. Namun, dampak medis mulai terlihat secara serentak kurang dari dua jam pasca-makanan dikonsumsi oleh para siswa.

  1. Pukul 10.30 WIB: Paket makanan didistribusikan ke setiap ruang kelas dan disantap bersama oleh ratusan siswa.
  2. Pukul 12.00 WIB: Sejumlah anak mulai mengeluhkan rasa pusing, mual hebat, serta kram perut yang tidak tertahankan.
  3. Pukul 12.45 WIB: Puluhan siswa dilaporkan muntah-muntah serentak di ruang kelas dan lorong sekolah, memicu pihak guru segera menghubungi layanan darurat.
  4. Pukul 13.15 WIB: Tim medis tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi sedikitnya 35 siswa yang menunjukkan gejala dehidrasi sedang hingga berat.
"Anak-anak awalnya mengeluhkan aroma lauk yang sedikit berbeda, namun tetap dimakan. Selang satu jam kemudian, hampir bersamaan mereka muntah dan lemas. Kami langsung mengambil tindakan darurat," ujar salah satu perwakilan guru di lokasi kejadian.

Penanganan Medis Intensif dan Kondisi Pasien

Pihak rumah sakit daerah segera memberlakukan prosedur tanggap darurat guna menangani lonjakan pasien dalam waktu singkat. Tim dokter langsung memberikan tindakan pertolongan pertama berupa pemberian cairan infus, obat antimual, serta pemantauan tanda-tanda vital secara berkala.

Hingga sore hari, mayoritas korban dilaporkan telah memasuki fase pemulihan yang stabil, meskipun beberapa di antaranya masih membutuhkan observasi rawat inap intensif karena indikasi dehidrasi.

  • Total korban terdata: 35 siswa dari berbagai tingkatan kelas.
  • Status penanganan: 23 siswa menjalani rawat jalan setelah diobservasi, sementara 12 lainnya masih dirawat inap.
  • Gejala umum: Mual, muntah berulang, pusing berputar, dan diare akut.

Uji Laboratorium dan Evaluasi Ketat Program

Menanggapi insiden tersebut, Dinas Kesehatan bersama instansi terkait langsung menyegel sisa makanan serta menyita sampel menu yang disajikan pada hari itu. Sampel meliputi nasi, lauk pauk, sayuran, dan kemasan makanan untuk diuji secara komprehensif di laboratorium forensik toksikologi.

Pemerintah daerah menegaskan akan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh vendor katering yang ditunjuk sebagai penyedia program Makan Bergizi Gratis. Sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional dan proses hukum menanti pihak penyedia jasa apabila terbukti melakukan kelalaian dalam standar higienitas pengolahan pangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User