Dibuka dari Telepon Misterius, Febri Diansyah Akhirnya Jadi Pengacara Febrie

JAKARTA — Langkah mengejutkan eks juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, menjadi penasihat hukum tersangka korupsi kini terungkap titik mulanya. Sebuah panggilan telepon tak terdu...

Jul 27, 2026 - 22:46
0 1
Dibuka dari Telepon Misterius, Febri Diansyah Akhirnya Jadi Pengacara Febrie

JAKARTA — Langkah mengejutkan eks juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah, menjadi penasihat hukum tersangka korupsi kini terungkap titik mulanya. Sebuah panggilan telepon tak terduga dari figur tak dikenal menjadi pembuka jalan bagi keputusan kontroversial itu.

Febri mengonfirmasi, keterlibatannya dalam tim kuasa hukum diawali oleh permintaan diskusi yang datang secara informal. Kontak pertama itu, menurut pengakuannya, bersifat eksploratif dan fokus membahas konstruksi perkara yang menjerat klien barunya.

Telepon yang Mengubah Arah

Kronologi bermula saat seseorang menghubungi Febri melalui sambungan langsung. Penelepon tersebut tidak serta merta menawarkan pekerjaan, melainkan mengajak bertukar pikiran seputar jeratan hukum korupsi yang tengah berjalan.

“Awalnya hanya diskusi biasa,” ungkap Febri, menekankan bahwa titik berat perbincangan itu adalah melihat peta masalah hukum secara objektif. Belum ada pembicaraan soal kuasa hukum atau kontrak pendampingan pada tahap ini.

Febrie Adriansyah, yang merupakan Kepala Biro pada sebuah kementerian, tengah menghadapi proses penyidikan. Nama klien ini disebutkan baru muncul setelah diskusi intensif berjalan beberapa waktu.

Dari Ruang Diskusi ke Ruang Sidang

Perbincangan demi perbincangan berlangsung secara tertutup. Febri mengaku mendalami berkas dan fakta hukum yang disodorkan padanya. Proses ini, menurut dia, berjalan alamiah tanpa tekanan dari pihak mana pun.

Setelah melewati fase analisis mandiri, ia mulai melihat celah dan dimensi pembelaan yang bisa ditempuh. Komitmen profesional akhirnya diambil: ia resmi bergabung dalam susunan tim kuasa hukum terdakwa.

Keputusan ini sontak mengundang beragam respons publik. Mengingat latar belakang Febri sebagai aktivis antikorupsi yang vokal, langkahnya dianggap sebagai manuver yang tak biasa.

Mengapa Menerima?

Febri menegaskan, narasi bahwa ia berbalik arah adalah keliru. Ia mendasarkan pilihannya pada prinsip akses keadilan yang setara bagi setiap warga negara, termasuk mereka yang didakwa melakukan kejahatan luar biasa.

“Setiap orang berhak atas pembelaan hukum yang optimal,” tegasnya. Prinsip ini menjadi fondasi argumennya untuk menepis kritik tajam yang menyasar integritasnya sebagai mantan pegiat lembaga antirasuah.

Proses diskusi yang ia lakukan sejak awal diakuinya sebagai mekanisme krusial. Tanpa pemahaman utuh atas konstruksi perkara, ia menyatakan tak akan mungkin bersedia memasang badan sebagai penasihat hukum.

Kronologi Detik-detik Keputusan

Berikut fakta penting yang terangkum:

  • Kontak Awal: Seseorang yang tidak diungkap identitasnya menghubungi Febri secara langsung.
  • Fase Diskusi: Ajakan pertama berupa diskusi kasus, bukan penunjukan langsung sebagai pengacara.
  • Perkara: Fokus diskusi mengerucut pada kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah.
  • Studi Mandiri: Febri melakukan telaah independen sebelum menyepakati kerja sama pendampingan hukum.
  • Keputusan Final: Setelah mendalami materi perkara, Febri resmi menjadi bagian dari tim kuasa hukum.

Hingga kini, detail siapa penelepon pertama itu masih disimpan rapat. Namun, peristiwa ini membuktikan bahwa sebuah panggilan sederhana bisa berujung pada perubahan signifikan dalam peta advokasi hukum nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User