DEN Pede Modal Asing Balik Lagi ke RI, Ini Alasannya

Jakarta - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan keyakinan kuat bahwa arus modal asing akan segera kembali mengalir deras ke pasar keuangan Tanah Air. Optimisme ini mencuat dipicu oleh momentum pe

Jul 08, 2026 - 06:20
0 0
DEN Pede Modal Asing Balik Lagi ke RI, Ini Alasannya

Jakarta - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan keyakinan kuat bahwa arus modal asing akan segera kembali mengalir deras ke pasar keuangan Tanah Air. Optimisme ini mencuat dipicu oleh momentum perdamaian yang mulai terjalin antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dua negara berpengaruh itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai, sebuah sentimen global yang dinilai mampu memulihkan selera risiko investor internasional terhadap aset-aset di negara berkembang seperti Indonesia.

Keyakinan ini diutarakan di tengah fenomena yang masih menunjukkan sikap hati-hati investor global. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan spektakuler sebesar 7,92% selama sepekan perdagangan terakhir, data yang dihimpun media kami justru menunjukkan investor asing masih membukukan posisi jual bersih (net foreign sell) dengan nilai fantastis mencapai Rp 5,64 triliun. Kondisi ini sempat memunculkan pertanyaan, apakah reli IHSG murni ditopang oleh kekuatan investor domestik.

Anggota DEN Firman Hidayat menegaskan bahwa variabel geopolitik berupa perjanjian damai telah masuk dalam radar pertimbangan utama investor global. Menurutnya, sentimen positif tersebut akan menjadi katalis yang mengakhiri tren arus modal keluar dan mengembalikan kepercayaan pasar.

Firman Hidayat dalam laporan media kami mengungkapkan, membaiknya tensi geopolitik dua negara adidaya itu akan menciptakan stabilitas pada harga komoditas dan rantai pasok energi dunia. Sebagai negara yang menjadi destinasi utama investasi berbasis sumber daya alam, Indonesia diyakini menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan. Dengan meredanya ketidakpastian global, premi risiko yang selama ini membebani valuasi aset keuangan di Indonesia diproyeksikan akan menurun secara bertahap.

Analisis dari laporan kami menyebutkan, jeda antara penguatan IHSG dan aksi jual asing kemarin merupakan fenomena transisi sesaat. Pelaku pasar domestik dinilai lebih dulu merespons peluang teknikal, sementara investor institusi global membutuhkan waktu untuk menyesuaikan portofolio mereka pasca kepastian rekonsiliasi damai tersebut. DEN optimis, seiring dengan implementasi perjanjian dan memudarnya sentimen konflik, gelombang likuiditas asing akan segera kembali masuk dan memperkuat fundamental pasar modal Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User