DEN Optimistis Modal Asing Kembali Mengalir Deras ke RI Berkat Momentum Damai AS-Iran
Jakarta - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia. Keyakinan ini mengemuka seiring dengan tercapainya kes
Jakarta - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi kembalinya aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia. Keyakinan ini mengemuka seiring dengan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik global.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, sentimen positif terhadap perdamaian internasional menjadi katalis utama yang melandasi prediksi tersebut. Meskipun dalam sepekan terakhir pelaku pasar asing masih mencatatkan posisi jual bersih, laju penguatan pasar domestik menunjukkan fundamental yang cukup tangguh untuk memancing minat investor global kembali masuk.
Pasar Menguat Signifikan meski Asing Masih Catat "Net Sell"
Mengutip data perdagangan yang dirangkum media kami, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan lonjakan sebesar 7,92% dalam periode sepekan perdagangan terakhir. Pergerakan positif ini menunjukkan pulihnya kepercayaan pasar di tengah masih berlangsungnya aksi ambil untung oleh investor non-residen.
Di sisi lain, data mencatat bahwa investor asing masih membukukan posisi jual bersih (net foreign sell) dengan nilai mencapai Rp 5,64 triliun. Fenomena penguatan indeks yang dibarengi arus dana keluar ini menjadi sinyal unik bahwa kekuatan pembeli domestik, baik ritel maupun institusi, mampu menahan tekanan jual dari luar negeri.
"Perjanjian damai antara AS dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang kini dipertimbangkan oleh investor global. Kami sangat yakin, dengan sentimen itu, aliran modal asing akan segera kembali masuk ke Indonesia," ungkap Anggota DEN, Firman Hidayat, dalam keterangannya di Jakarta.
Pihak DEN memandang bahwa risiko geopolitik yang sempat membayangi kawasan Timur Tengah perlahan mereda, sehingga membuka ruang lebih besar bagi investor untuk kembali melirik instrumen berisiko di negara berkembang seperti Indonesia. Kestabilan politik global dianggap sebagai resep mujarab untuk membalikkan arus modal yang sempat kabur ke aset-aset "safe haven".
Optimisme di Balik Fundamental Domestik
Lebih lanjut, DEN menilai ketertinggalan arus modal asing dari laju penguatan indeks hanya bersifat sementara. Biasanya, investor institusional global membutuhkan waktu untuk mencerna perubahan kebijakan luar negeri sebelum mengeksekusi strategi akumulasi mereka di pasar negara berkembang.
Dengan meredanya konflik di Timur Tengah, biaya logistik dan energi yang sempat melonjak diproyeksikan turut mengalami stabilisasi. Ketahanan ekonomi domestik yang terjaga, didukung oleh permintaan internal yang solid, diyakini akan menjadi magnet kuat bagi kembalinya "hot money" maupun investasi langsung asing ke Tanah Air.
Kini, pelaku pasar di lantai bursa tengah menantikan langkah nyata investor asing pasca momentum damai ini, apakah mereka akan segera mengakhiri tren jual bersih dan kembali memburu saham-saham unggulan Indonesia yang sedang dalam tren penguatan.
Comments (0)