CTD Pakistan Tewaskan Teroris dalam Operasi Intelijen di Dera Ismail Khan

Hari Sabtu yang sunyi di distrik Dera Ismail Khan, Khyber Pakhtunkhwa, mendadak berubah mencekam saat dini hari. Tim khusus dari Counter Terrorism Departme

Jul 19, 2026 - 06:24
0 0
CTD Pakistan Tewaskan Teroris dalam Operasi Intelijen di Dera Ismail Khan

Hari Sabtu yang sunyi di distrik Dera Ismail Khan, Khyber Pakhtunkhwa, mendadak berubah mencekam saat dini hari. Tim khusus dari Counter Terrorism Department (CTD) Pakistan melancarkan operasi yang direncanakan secara rapi di sepanjang Jalan Tank-Dera Ismail Khan, area yang dikenal rawan pergerakan kelompok bersenjata. Suara tembakan memecah keheningan, namun kali ini bukan aksi teror yang terjadi — melainkan sebuah operasi pengejaran berdarah dingin terhadap buronan paling dicari.

Setelah berbulan-bulan melacak jejak Khalid alias Commander, seorang teroris yang selama ini menjadi momok bagi aparat keamanan CTD, tim Special Weapons and Tactics (SWAT) akhirnya berhasil mengepungnya. Khalid, yang selama ini licin menghindari hukum, tak memberi kesempatan untuk ditangkap hidup-hidup. Ia memilih perlawanan, dan dalam baku tembak sengit, nyawanya berakhir di tempat.

Operasi Berbasis Intelijen Berhasil Lumpuhkan Teroris Buronan

Menurut pernyataan resmi CTD yang dirilis pada hari yang sama, identitas teroris yang tewas adalah Khalid alias Commander — seorang figur kunci yang masuk dalam daftar buronan paling berbahaya di provinsi tersebut. Ia terkait dengan setidaknya selusin kasus kekerasan, termasuk pembunuhan brutal terhadap personel CTD, Constable Muhammad Ali, yang gugur pada 17 Maret 2025.

“Departemen telah menerima intelijen yang terkonfirmasi melalui tim teknis bahwa Khalid berada di area Korai, dalam batas wilayah kepolisian Shorkot. Bertindak berdasarkan informasi itu, tim SWAT CTD melancarkan operasi tertarget sejak Sabtu dini hari,” demikian bunyi pernyataan resmi CTD.

Operasi ini bukan sekadar serangan mendadak. CTD mengungkapkan bahwa timnya telah mengepung Khalid dan berulang kali memerintahkan agar ia menyerahkan diri. Upaya penangkapan secara prosedural dilakukan, namun Khalid memilih jalan kekerasan dengan melepaskan tembakan membabi buta ke arah personel. Aparat terpaksa membalas, dan dalam kontak senjata itulah Khalid tewas.

Barang bukti yang ditemukan dari lokasi menambah kekhawatiran: sebuah pistol 9mm, granat tangan, dan satu telepon pintar yang kini menjalani pemeriksaan forensik. CTD juga menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengidentifikasi jaringan pendukung, penyandang dana, dan logistik yang selama ini memfasilitasi pergerakan teroris tersebut.

Jejak Teroris dan Kaitannya dengan Kelompok Terlarang

Khalid alias Commander bukanlah aktor independen. CTD memastikan bahwa ia adalah anggota dari kelompok Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP) sayap Zakir Kochi Karwan, salah satu faksi paling militan di kawasan itu. Selama ini, ia terkenal dengan kemampuannya menyembunyikan identitas, sering berganti penampilan, dan berpindah-pindah lokasi untuk mengelabui aparat.

Kematian Khalid menjadi pukulan telak bagi jaringan TTP di Khyber Pakhtunkhwa, namun angka kekerasan di provinsi itu kian mengkhawatirkan. Menurut Laporan Keamanan Tahunan 2025 dari Centre for Research and Security Studies (CRSS), terjadi lonjakan dramatis angka kematian akibat kekerasan di Khyber Pakhtunkhwa, dari 1.620 kematian pada 2024 menjadi 2.331 kematian pada 2025 — sebuah peningkatan absolut sebesar 711 jiwa, atau nyaris 44 persen secara tahunan.

“Angka ini mencakup lebih dari 82 persen kenaikan tingkat nasional, menunjukkan bahwa Khyber Pakhtunkhwa kini menjadi episentrum utama kekerasan teroris di Pakistan,” tulis laporan CRSS.

Operasi di Korai ini dianggap sebagai langkah tegas pemerintah dalam memutus rantai teror yang selama ini menghantui warga dan aparat keamanan. Tekad untuk memburu setiap pelaku kejahatan tampaknya tak akan surut, meski medan berat dan risiko tinggi selalu mengintai. CTD menambahkan bahwa upaya untuk menangkap para fasilitator, penyandang dana, dan pendukung logistik jaringan Khalid masih terus berjalan, dengan harapan bisa membongkar seluruh sel teror di kawasan tersebut.

Bagi keluarga korban, khususnya keluarga almarhum Constable Muhammad Ali, operasi ini memberikan secercah keadilan meski tak bisa mengembalikan nyawa yang hilang. Namun, di balik keberhasilan ini, pertanyaan besar tetap menggantung: akankah gelombang kekerasan di Khyber Pakhtunkhwa mampu diredam sebelum lebih banyak darah tertumpah?

[SOCIAL_TWEET]: Operasi intelijen CTD Pakistan di Dera Ismail Khan berhasil menewaskan teroris Khalid alias Commander, anggota TTP yang membunuh personel keamanan. Baku tembak terjadi saat ia menolak menyerah. #CTD #Pakistan #AntiTeror [SOCIAL_TG]: 🚨 Operasi CTD di Dera Ismail Khan: Teroris Khalid alias Commander tewas setelah baku tembak. Ia buron dalam kasus pembunuhan personel CTD dan anggota TTP. Baca selengkapnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User