CPAC London Sepi Kostum dan Tanpa Retorika Trump
LONDON — Konferensi Konservatif tahunan ala Inggris, CPAC London, berlangsung dengan nuansa yang sangat berbeda dibandingkan edisi Amerika Serikat. Acara y
LONDON — Konferensi Konservatif tahunan ala Inggris, CPAC London, berlangsung dengan nuansa yang sangat berbeda dibandingkan edisi Amerika Serikat. Acara yang digelar pada Kamis (19/9) di sebuah hotel mewah di pusat kota London ini jauh dari gemerlap kostum, poster, dan sorak-sorai khas pendukung Donald Trump. Sebaliknya, suasana lebih mirip seminar kebijakan publik dengan diskusi serius namun kurang dramatis.
Pembukaan yang Tenang Tanpa Kejutan
Konferensi dibuka oleh Matt Schlapp, ketua American Conservative Union yang juga penyelenggara CPAC global. Dalam pidato pembukaannya, Schlapp menekankan pentingnya persatuan gerakan konservatif lintas Atlantik. Namun, tidak ada seruan keras menyerang lawan politik seperti yang biasa terjadi di CPAC Amerika.
"Kami di sini untuk merayakan ide-ide konservatif, bukan untuk merobek lawan," ujar Schlapp di hadapan sekitar 300 peserta.
Liz Truss Bicara Ekonomi Bukan Budaya
Bintang utama acara adalah mantan Perdana Menteri Inggris Liz Truss. Ia tampil tanpa kostum atau atribut mencolok. Pidato Truss fokus pada kritik terhadap kebijakan moneter Bank of England dan seruan untuk pemotongan pajak besar-besaran. Tidak ada bahasan tentang pemilu AS atau serangan pribadi terhadap Joe Biden, yang menjadi menu utama CPAC di Dallas tahun lalu.
Berikut poin-poin utama pidato Truss:
- Menuntut Bank of England segera menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan.
- Mengusulkan pemotongan pajak penghasilan hingga 10% untuk kelas menengah.
- Mengkritik "arus utama Partai Konservatif" yang dinilai terlalu kalem.
Urutan Kejadian Sepanjang Hari
- Pukul 09:00 — Registrasi peserta. Tidak ada pawai atau standing ovation berlebihan.
- Pukul 10:30 — Pembukaan oleh Matt Schlapp dan sambutan singkat dari perwakilan Partai Konservatif setempat.
- Pukul 11:15 — Panel diskusi bertajuk "Konservatisme di Era Post-Brexit" dengan pembicara akademisi dan aktivis lokal.
- Pukul 13:00 — Makan siang. Banyak peserta terlihat mengenakan jas dan dasi, bukan kostum superhero atau topi MAGA.
- Pukul 14:30 — Pidato utama Liz Truss. Tidak ada penolakan dari peserta. Durasi 25 menit tanpa jeda iklan.
- Pukul 16:00 — Sesi tanya jawab. Pertanyaan lebih banyak tentang ekonomi Inggris daripada politik AS.
- Pukul 17:00 — Penutupan. Tidak ada konser musik atau kembang api.
Tak Ada Jejak 'Trump Effect'
Salah satu temuan paling mencolok adalah absennya simbol-simbol Trump. Tidak ada topi "Make America Great Again" terjual di stan, tidak ada poster raksasa wajah Trump, dan tidak ada satu pun pembicara yang menyebut nama Trump lebih dari lima kali. Ini kontras dengan CPAC di Orlando atau Dallas yang selalu diwarnai pidato para loyalis Trump.
Seorang peserta asal Oxford, John Withers (45), mengaku lega dengan atmosfer yang lebih tenang.
"Saya datang untuk diskusi serius, bukan untuk festival kultus. Ini versi CPAC yang lebih dewasa," katanya.Sementara itu, pengamat politik konservatif Dr. Sarah Llewellyn dari King's College London menilai bahwa CPAC London mencerminkan perpecahan dalam gerakan konservatif global antara faksi populis ala Trump dan kelompok tradisional yang ingin kembali ke akar ideologi. "Di Inggris, konservatisme masih sangat Reaganesque—fokus pada pasar bebas dan kebijakan ekonomi ketat, bukan pada perang budaya," jelasnya.
Data kehadiran menunjukkan hanya 300 peserta dari kapasitas venue 500 kursi. Bandingkan dengan CPAC Dallas Februari lalu yang menarik lebih dari 5.000 orang. Ini mengindikasikan bahwa daya tarik CPAC versi Inggris masih terbatas pada kalangan akademisi dan politisi lokal, belum mampu menjaring massa akar rumput seperti di Amerika.
FAQ Seputar CPAC London
Secara keseluruhan, CPAC London edisi 2024 membuktikan bahwa konservatisme versi Inggris masih menolak efek dramatisasi ala Trump. Acara ini mungkin tidak viral, tapi menghasilkan diskusi yang lebih dalam tentang masa depan kebijakan konservatif di Eropa pasca-Brexit.
[SOCIAL_TWEET]: CPAC London tanpa gemerlap? Hanya 300 peserta, fokus ekonomi bukan politik identitas. Brits pilih diskusi serius ketimbang teriakan MAGA. #CPACLondon #LizTruss #Konservatisme [SOCIAL_TG]: 🇬🇧 CPAC London ternyata lebih mirip seminar kampus daripada pesta populis. Liz Truss bicara pajak, bukan perang budaya. Peserta: ini CPAC yang dewasa. Setuju gak? 👇
Comments (0)