Como Tahan Imbang Inter Milan Berkat Aksi Brilian Nico Paz
COMO — Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi pertunjukan penuh drama saat tuan rumah Como 1907 menahan imbang juara bertahan Inter Milan dengan skor 2-
COMO — Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi saksi pertunjukan penuh drama saat tuan rumah Como 1907 menahan imbang juara bertahan Inter Milan dengan skor 2-2 dalam lanjutan Liga Italia 2025/2026, Senin (13/4/2026) dini hari WIB. Bintang muda Nico Paz menjadi pusat perhatian usai selebrasi emosionalnya yang menyita sorotan kamera dan menjadi simbol perlawanan gigih Lariani.
Jalannya Pertandingan: Como Mengejutkan Sejak Menit Awal
- Menit 12 — Nico Paz Membuka Skor
Como langsung menggebrak. Nico Paz menerima umpan terobosan sempurna dari Daniele Baselli, melewati penjagaan Alessandro Bastoni, dan dengan tenang menaklukkan Yann Sommer dengan tendangan mendatar ke pojok kanan bawah. Stadion bergemuruh, Paz merayakan gol dengan berlari ke pinggir lapangan, menunjuk logo klub di dadanya, dan berteriak ke arah Curva Como — gambar yang langsung diabadikan fotografer Alessio Morgese dan menyebar luas. - Menit 34 — Inter Samakan Kedudukan
Dominasi penguasaan bola Nerazzurri akhirnya membuahkan hasil. Hakan Çalhanoğlu melepaskan tendangan bebas melengkung dari jarak 22 meter yang tak mampu dijangkau kiper Thiago Silva (ya, mantan bek Chelsea itu pindah ke Como di bursa musim dingin). Skor menjadi 1-1. - Menit 58 — Patrick Cutrone Kembali Bawa Como Memimpin
Selepas turun minum, Como kembali unggul. Skenario serangan balik cepat berhasil dieksekusi. Gabriel Strefezza menusuk dari sisi kanan dan mengirim umpan silang rendah yang disambar Patrick Cutrone dari dalam kotak penalti. Gol ini sempat diperiksa VAR selama dua menit karena dugaan offside, tetapi wasit mengesahkannya. Como 2-1 Inter. - Menit 81 — Lautaro Martínez Selamatkan Inter
Tekanan besar-besaran Inter akhirnya membuahkan gol penyama. Kapten Lautaro Martínez memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah sepak pojok Federico Dimarco. Bola liar dilesakkan dengan kaki kiri dari jarak enam meter. Thiago Silva dan para bek Como frustrasi namun tak berdaya. Skor menjadi 2-2 dan bertahan hingga peluit panjang.
Performa Gemilang Nico Paz dan Statistik Kunci
Nico Paz layak dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Selain mencetak gol, pemain berusia 21 tahun itu mencatatkan 87% akurasi umpan, 4 dribel sukses, 2 tembakan tepat sasaran, dan 6 kali memenangi duel individu. Selebrasinya yang penuh arti — menunjuk emblem klub — ditafsirkan sebagai isyarat loyalitas di tengah rumor ketertarikan Real Madrid (yang memiliki klausul pembelian kembali) dan sejumlah klub Liga Premier. Pelatih Cesc Fàbregas pun tak ragu memuji.
"Nico adalah pemain yang luar biasa. Hari ini dia menunjukkan kualitas dan karakternya. Dia ingin membawa Como setinggi mungkin, dan selebrasinya adalah pesan untuk semua orang yang mencintai klub ini,"
Di kubu Inter, Simone Inzaghi mengakui timnya kurang klinis. "Kami memiliki banyak peluang, 65% penguasaan bola, tetapi kehilangan fokus pada momen kunci. Como bermain dengan hati dan pantas mendapatkan poin," ujarnya dalam konferensi pers usai laga.
Dampak pada Klasemen dan Perebutan Scudetto
Hasil ini membuat Inter Milan tetap di puncak klasemen dengan 79 poin dari 33 laga, tetapi selisihnya dengan AC Milan di posisi kedua menipis menjadi hanya 3 poin. Como yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi kini mengoleksi 32 poin di peringkat 17, unggul dua angka dari Parma di batas zona merah. Poin ini sangat berharga dalam misi bertahan di Serie A musim depan.
Bagi Nico Paz, musim 2025/2026 menjadi panggung pembuktian. Sejak kedatangannya secara permanen dari Real Madrid pada musim panas 2024, gelandang serang kelahiran Spanyol namun membela timnas Argentina ini terus menunjukkan grafik menanjak.10 gol dan 7 assist di semua kompetisi musim ini menjadikannya incaran klub-klub elite Eropa. Laga melawan Inter kemarin semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta paling bersinar di Serie A.
Susunan Pemain Kedua Tim
Como 1907 (4-2-3-1): Thiago Silva; Alessandro Vogliacco, Edoardo Goldaniga, Federico Barba, Nicholas Ioannou; Daniele Baselli, Lucas Da Cunha; Gabriel Strefezza, Nico Paz, Alieu Fadera; Patrick Cutrone. Pelatih: Cesc Fàbregas.
Inter Milan (3-5-2): Yann Sommer; Benjamin Pavard, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Nicolò Barella, Hakan Çalhanoğlu, Kristjan Asllani, Federico Dimarco; Lautaro Martínez, Marcus Thuram. Pelatih: Simone Inzaghi.
Pertandingan berikutnya, Como akan bertandang ke markas Udinese pada 20 April, sementara Inter menjamu Genoa di San Siro dua hari sebelumnya. Mampukah Como mempertahankan momentum? Dan bisakah Inter menjawab tekanan dalam perburuan Scudetto? Jawabannya akan segera terungkap di pekan-pekan krusial Serie A.
[SOCIAL_TWEET]: Duel seru di Sinigaglia! Como tahan Inter 2-2, Nico Paz cetak gol dan selebrasi penuh makna. Lautaro Martínez selamatkan Nerazzurri dari kekalahan. #SerieA #ComoInter #NicoPaz #LigaItalia[SOCIAL_TG]: ⚽ Como 2-2 Inter 🔥 Nico Paz buka skor & selebrasi gila 🦁 Lautaro Martínez samakan kedudukan 📊 Inter tetap puncak, Como jauhi degradasi Selengkapnya: [link]
Comments (0)