Sep 18, 2026
Hukum

Buku Baru Ungkap Skandal Turis Berburu Warga Sipil Perang Bosnia

Sebuah lembaran kelam dari Perang Bosnia (1992–1995) kembali mencuat ke permukaan. Penulis asal Italia, Ezio Gavazzeni, menerbitkan karya investigatif terb

Buku Baru Ungkap Skandal Turis Berburu Warga Sipil Perang Bosnia

Sebuah lembaran kelam dari Perang Bosnia (1992–1995) kembali mencuat ke permukaan. Penulis asal Italia, Ezio Gavazzeni, menerbitkan karya investigatif terbarunya yang membongkar skandal mengerikan: perjalanan wisata berbayar bagi warga asing kaya raya untuk menembaki penduduk sipil di Sarajevo demi kesenangan pribadi.

Berkat investigasi jurnalistik mendalam yang dihimpun selama bertahun-tahun, kasus yang dikenal luas sebagai fenomena Sarajevo Safari tersebut kini resmi membuka jalan bagi penyelidikan yudisial internasional, tepat tiga dekade setelah konflik berdarah itu berakhir.

Kronologi Terungkapnya Praktik Berburu Manusia

Kisah mengejutkan ini merekonstruksi bagaimana para pemburu berkantong tebal dari berbagai negara Eropa dan Amerika membayar ribuan dolar kepada milisi bersenjata untuk mendapatkan akses ke garis depan pengepungan Sarajevo. Berikut adalah linimasa pembongkaran skandal ini:

  1. Periode 1992–1995: Selama masa pengepungan brutal Sarajevo oleh pasukan Serbia Bosnia, laporan intelijen lokal dan kesaksian sukarelawan kemanusiaan sempat mendapati keberadaan orang asing misterius di perbukitan Grbavica yang dipersenjatai senapan runduk (sniper).
  2. Awal 2020-an: Sejumlah jurnalis investigasi dan pembuat film dokumenter mulai mengumpulkan kesaksian para mantan pejabat militer serta perantara yang mengatur jalur penerbangan dan akomodasi para "turis penembak".
  3. Tahun 2024: Ezio Gavazzeni menyusun seluruh temuan forensik dan laporan intelijen ke dalam buku investigasi komprehensif, mendesak lembaga peradilan untuk mengambil langkah hukum resmi terhadap para pelaku yang masih hidup.
"Mereka datang bukan sebagai tentara atau tentara bayaran ideologis, melainkan sebagai turis elit yang membayar sejumlah besar uang hanya untuk merasakan sensasi menembak manusia nyata di kota yang sedang dikepung," tegas Ezio Gavazzeni dalam temuannya.

Modus Operandi Turis Pemburu

Berdasarkan catatan investigasi Gavazzeni, para pelaku memanfaatkan jaringan logistik rahasia dari kota-kota seperti Trieste di Italia dan Beograd di Serbia. Dengan membayar biaya fantastis, para turis elit ini diterbangkan ke lokasi strategis di sekitar bukit Sarajevo yang menghadap langsung ke zona pemukiman warga sipil.

Para saksi mata mengungkap bahwa target tembakan dipilih tanpa pandang bulu, mulai dari kaum lansia, wanita yang sedang mengantre air bersih, hingga anak-anak. Pihak penyelenggara di medan perang bahkan menetapkan tarif lebih tinggi untuk target tertentu, menjadikan pembantaian manusia layaknya paket perburuan safari liar di alam bebas.

Desakan Pengadilan Kejahatan Perang

Publikasi buku ini menjadi katalis penting bagi aparat penegak hukum di Italia dan Bosnia-Herzegovina untuk membuka berkas perkara kejahatan perang terhadap kemanusiaan. Penyelidik kini berfokus melacak daftar manifest penumpang penerbangan rahasia pada era 1990-an serta transaksi perbankan yang menghubungkan para konglomerat dengan komandan perang lokal.

Langkah hukum ini diharapkan dapat menyeret para pemburu manusia tersebut ke meja hijau, memberikan keadilan yang tertunda bagi ribuan keluarga korban pengepungan Sarajevo yang menuntut pertanggungjawaban atas kekejaman luar biasa ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User