Sep 19, 2026
Hukum

BRUSSEL — Israel Lobi Uni Eropa Guna Tangkal Boikot Akademik

Sebuah investigasi mendalam yang dirilis oleh konsorsium jurnalis Investigate Europe mengungkap manuver terorganisir dari institusi akademik terkemuka Isra

BRUSSEL — Israel Lobi Uni Eropa Guna Tangkal Boikot Akademik

Sebuah investigasi mendalam yang dirilis oleh konsorsium jurnalis Investigate Europe mengungkap manuver terorganisir dari institusi akademik terkemuka Israel. Mereka berupaya keras menggagalkan gelombang pemutusan hubungan akademik dan mempertahankan kemitraan riset bernilai miliaran euro dengan universitas-universitas di Uni Eropa di tengah eskalasi konflik di Gaza.

Laporan tersebut membeberkan bahwa firma hukum yang berbasis di Brussel, Kesher, melayangkan surat pembelaan setebal 14 halaman kepada badan eksekutif riset Komisi Eropa pada 12 November 2024. Langkah ini diambil atas nama Tel Aviv University dan Weizmann Institute of Science untuk membentengi posisi mereka dalam program pendanaan prestisius Horizon Europe.

Manuver Hukum di Jantung Uni Eropa

Dalam dokumen resmi tersebut, perwakilan hukum institusi Israel menegaskan bahwa seruan penghentian kerja sama atas dasar pelanggaran hak asasi manusia di Gaza tidak memiliki pijakan legal yang kuat di bawah regulasi blok 27 negara tersebut.

"Tidak ada dasar hukum untuk mengecualikan institusi riset Israel berdasarkan etika tindakan spesifik yang didanai atau prinsip hak asasi manusia," tulis pendiri firma Kesher, Yohan Benizri, dalam surat resminya kepada otoritas Uni Eropa.

Lobi intensif ini dilancarkan sebagai respons atas gelombang aksi protes mahasiswa dan akademisi di berbagai negara Eropa, mulai dari Belgia, Spanyol, Belanda, hingga Norwegia, yang mendesak pemutusan kemitraan institusional akibat agresi militer di wilayah Palestina.

Kronologi dan Dinamika Perseteruan Riset

Perdebatan mengenai partisipasi lembaga riset Israel dalam ekosistem akademik Eropa melibatkan sejumlah peristiwa penting:

  1. Oktober 2023: Meletusnya perang Gaza memicu desakan boikot institusional dari jaringan mahasiswa dan akademisi di seluruh universitas Eropa.
  2. Awal hingga Pertengahan 2024: Beberapa universitas ternama di Eropa menangguhkan kerja sama pertukaran pelajar dan proyek riset bersama dengan institusi Israel.
  3. 12 November 2024: Institusi akademik Israel melalui firma hukum Kesher resmi mengirimkan dokumen perlawanan hukum ke Komisi Eropa guna mengamankan posisi dalam konsorsium Horizon Europe.

Perbandingan Argumen Para Pihak

Pihak Pro-Boikot (Akademisi & Mahasiswa Eropa) Pihak Institusi Israel (Didukung Tim Hukum)
Menuntut akuntabilitas atas dugaan pelanggaran HAM dan peran teknologi universitas dalam industri militer. Menolak diskriminasi akademik dan menegaskan kepatuhan pada standar teknis ilmiah Uni Eropa.
Mendesak klausul etika ditegakkan untuk memutus pendanaan publik dari Horizon Europe. Menilai pengecualian institusi melanggar prinsip kebebasan akademik dan aturan kontraktual blok Eropa.

Pertaruhan Dana dan Masa Depan Kerja Sama

Keterlibatan Israel dalam Horizon Europe merupakan pilar strategis bagi ekosistem sains dan teknologinya. Program pendanaan dengan total anggaran mencapai €95,5 miliar (sekitar Rp1.600 triliun) ini telah mengalirkan dana riset yang masif bagi laboratorium-laboratorium di Israel selama bertahun-tahun.

Kini, Komisi Eropa berada di persimpangan jalan antara mempertahankan prinsip hak asasi manusia yang termaktub dalam traktat diplomatiknya atau mempertahankan integrasi riset internasional tanpa intervensi geopolitik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User