BREAKING: Zulhas Target SPPG 3T Rampung Pekan Ini

BARU SAJA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program makan bergizi gratis di daerah tertinggal, terdepa...

Aug 07, 2026 - 03:24
0 0
BREAKING: Zulhas Target SPPG 3T Rampung Pekan Ini

BARU SAJA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program makan bergizi gratis di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) ditargetkan tuntas dalam minggu ini. Target mencakup Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.

KONFIRMASI langsung disampaikan Zulkifli Hasan bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam evaluasi perkembangan program di Jakarta, Rabu siang. Keduanya menegaskan komitmen pemerintah memperluas jangkauan layanan gizi hingga ke pelosok negeri.

Fokus Utama: Papua, NTT, dan Maluku

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa penyelesaian SPPG di wilayah 3T menjadi prioritas utama minggu ini. Logistik dan infrastruktur menjadi tantangan terbesar yang tengah diatasi dengan koordinasi lintas kementerian.

  • Papua: Sebanyak 12 titik SPPG tengah dalam tahap akhir pembangunan.
  • NTT: 8 lokasi SPPG ditargetkan beroperasi sebelum akhir pekan.
  • Maluku: 6 titik layanan gizi sedang dalam proses validasi kelayakan.

Menko Pangan menyebutkan bahwa evaluasi harian dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan berarti. "Kami kejar terus, minggu ini harus selesai," ujarnya dalam keterangan pers.

Percepatan Logistik dan Distribusi

Kepala BGN Sudaryono menambahkan bahwa distribusi bahan pangan ke daerah 3T telah disiapkan melalui jalur udara dan laut. Kerja sama dengan TNI/Polri dan pemerintah daerah diperkuat untuk memastikan kelancaran pengiriman.

  • Pesawat kargo disiagakan untuk rute terpencil di Papua.
  • Kapal logistik dijadwalkan tiba di Maluku dalam 48 jam ke depan.
  • Gudang penyangga di NTT telah diisi stok beras, telur, dan sayuran.

Sudaryono menegaskan bahwa kualitas gizi tetap menjadi prioritas. "Tidak hanya tepat waktu, tetapi juga tepat gizi," tegasnya. Setiap SPPG akan melayani minimal 3.000 penerima manfaat per hari.

Dukungan Anggaran dan Sumber Daya

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus untuk percepatan SPPG di wilayah 3T. Selain itu, rekrutmen tenaga gizi dan petugas dapur telah dilakukan secara intensif dalam dua pekan terakhir.

  • Sebanyak 500 tenaga gizi baru ditempatkan di Papua, NTT, dan Maluku.
  • Pelatihan memasak massal dilakukan untuk memastikan standar kebersihan.
  • Peralatan dapur modern dikirim ke setiap lokasi SPPG.

Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah daerah diminta aktif memantau operasional harian. Laporan perkembangan akan disampaikan langsung ke Presiden setiap akhir pekan.

Respon Positif Masyarakat Lokal

Saksi mata di sejumlah titik melaporkan antusiasme warga menyambut kehadiran SPPG. Di Jayapura, warga berbondong-bondong membantu proses pembangunan. Di Kupang, tokoh masyarakat menyampaikan dukungan penuh.

"Kami butuh ini sejak lama. Anak-anak kami sekarang bisa makan bergizi setiap hari," ujar seorang warga setempat yang enggan disebut namanya. Perasaan serupa juga disampaikan warga di Ternate, Maluku Utara.

Program makan bergizi gratis ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk memutus rantai stunting dan malnutrisi. Dengan selesainya SPPG di 3T, cakupan nasional dipastikan semakin merata.

Langkah Berikutnya: Monitoring dan Evaluasi

Setelah penyelesaian fisik, BGN akan melakukan monitoring intensif selama satu bulan pertama operasional. Tim pengawas independen diterjunkan untuk memastikan tidak ada penyimpangan.

  • Audit internal dilakukan setiap minggu.
  • Hotline pengaduan masyarakat dibuka di setiap provinsi.
  • Data penerima manfaat diperbarui secara digital.

Zulkifli Hasan menutup keterangannya dengan optimisme. "Kami pastikan tidak ada satu pun anak di 3T yang terlewat. Ini komitmen negara," pungkasnya. Perkembangan terbaru akan diumumkan dalam 72 jam ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User