BREAKING: Walkot Eri Perintahkan Mal Bongkar Pagar Tinggi

BARU SAJA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pengelola pusat perbelanjaan di kota ini: bongkar pagar tinggi yang mengelilingi bangunan. Langkah ini bukan se...

Aug 07, 2026 - 06:39
0 0
BREAKING: Walkot Eri Perintahkan Mal Bongkar Pagar Tinggi

BARU SAJA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pengelola pusat perbelanjaan di kota ini: bongkar pagar tinggi yang mengelilingi bangunan. Langkah ini bukan sekadar soal estetika, melainkan pesan keras bahwa Surabaya adalah kota yang aman dan terbuka.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Eri dalam pertemuan tertutup dengan asosiasi pengelola mal, Senin siang. Ia menegaskan bahwa pagar setinggi lebih dari dua meter yang selama ini berdiri kokoh justru menciptakan kesan eksklusif dan menakutkan. "Surabaya ini aman. Tidak perlu pagar tinggi yang bikin orang merasa terintimidasi," ujarnya dalam sambutan yang direkam dan beredar luas.

Alasan di Balik Pembongkaran Pagar

Keputusan ini diambil setelah pemerintah kota melakukan kajian mendalam terhadap tata ruang dan psikologi masyarakat. Pagar tinggi, menurut Eri, sering kali menjadi simbol ketakutan yang tidak berdasar. Ia ingin mengubah citra Surabaya sebagai kota yang ramah, transparan, dan bebas dari sekat-sekat yang memisahkan warga.

  • Estetika kota: Pagar tinggi dianggap merusak pemandangan dan mengurangi keindahan arsitektur bangunan.
  • Rasa aman: Pagar justru menimbulkan kesan bahwa area tersebut rawan kejahatan, padahal tingkat kriminalitas di Surabaya menurun 15% dalam dua tahun terakhir.
  • Integrasi sosial: Tanpa pagar, ruang publik menjadi lebih terbuka dan mendorong interaksi antarwarga.

Reaksi Pengelola Mal

Sejumlah pengelola mal yang dihubungi Detik Ini Juga mengaku kaget namun siap mematuhi instruksi. Salah satu manajer mal di kawasan Tunjungan, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa pembongkaran akan dilakukan bertahap mulai minggu depan. "Kami sedang berkoordinasi dengan kontraktor untuk mengganti pagar permanen dengan tanaman hidup atau pembatas rendah," katanya.

Namun, tidak semua pengelola setuju. Beberapa mengkhawatirkan masalah keamanan, terutama di area parkir dan loading dock. Mereka meminta pengecualian untuk zona-zona tertentu yang membutuhkan pembatasan akses. Menanggapi hal ini, Eri memberikan kelonggaran: "Pagar boleh ada, tapi maksimal satu meter dan harus transparan. Jangan sampai menutup pandangan."

Fakta Kunci dari Keputusan Ini

  • Target waktu: Seluruh pagar tinggi di mal Surabaya harus dibongkar dalam 30 hari ke depan.
  • Sanksi: Pengelola yang tidak mematuhi akan dikenakan denda administratif hingga pencabutan izin operasional.
  • Alternatif: Pemerintah kota menyarankan penggunaan pagar hidup, bollard, atau parit dekoratif sebagai pengganti.
  • Dukungan: Keputusan ini didukung oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) cabang Surabaya yang menilai pagar tinggi tidak ramah lingkungan.

Dampak Jangka Panjang

Langkah ini diyakini akan mengubah wajah Surabaya secara signifikan. Selain meningkatkan estetika, pembongkaran pagar diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan investor. "Kota yang terbuka menunjukkan kepercayaan diri. Ini sinyal positif bagi perekonomian," kata pengamat tata kota dari Universitas Airlangga, Dr. Bambang Wijaya, dalam wawancara singkat.

Di sisi lain, aparat keamanan akan diperketat untuk mengimbangi hilangnya pagar fisik. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, menyatakan akan menambah 500 personel patroli di area mal dan pusat perbelanjaan. "Kami siap menjamin keamanan tanpa pagar," tegasnya.

Kronologi Perkembangan

Menit lalu: Pemerintah kota mengirim surat edaran resmi ke 45 mal terdaftar di Surabaya. Update terbaru: Tiga mal di kawasan Timur telah menyatakan kesiapan membongkar pagar pada akhir pekan ini. Konfirmasi: Dinas Penataan Ruang dan Bangunan akan melakukan pengawasan ketat di lapangan.

Warga pun menyambut positif kebijakan ini. "Saya senang, mal jadi lebih terbuka. Tidak ada lagi kesan angker," ujar Rina, pengunjung salah satu mal di kawasan Darmo. Namun, ada juga yang waspada. "Semoga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. Tapi saya percaya pemerintah punya alasan kuat," kata Andi, warga Wonokromo.

Dengan keputusan ini, Surabaya menegaskan diri sebagai kota yang berani berbeda. Pagar tinggi bukan lagi simbol keamanan, melainkan tembok pemisah yang harus dirobohkan. Pertanyaannya sekarang: akankah kota-kota lain mengikuti jejak Surabaya?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User