BREAKING: Viral Siswi SD Menangis Diejek Teman, Sebut Ayah Miskin
BARU SAJA — Video seorang anak perempuan menangis keras setelah diejek teman-temannya menjadi viral di media sosial. Perundungan itu terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. UPDATE: K...
BARU SAJA — Video seorang anak perempuan menangis keras setelah diejek teman-temannya menjadi viral di media sosial. Perundungan itu terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. UPDATE: Kasus ini kini dalam penanganan aparat.
Data Korban dan Pelaku
- Nama lengkap: Anisa Azahra Munaimbala
- Usia: 9 tahun, pelajar SD
- Asal: Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulut
- Jumlah pelaku: Beberapa siswa, diperkirakan 4-5 orang
- Penyebab: Korban diejek karena memiliki ayah yang bekerja sebagai buruh serabutan dan rumah yang dinilai tidak layak
Kronologi Perundungan
Insiden terjadi pada jam istirahat sekolah. Saksi mata menyebutkan, mulanya sekelompok siswa mengajak Anisa bergabung. Lalu, mereka mulai melontarkan kalimat bernada hinaan. "Mereka bilang bapaknya miskin, rumahnya jelek," ujar seorang saksi yang tidak bersedia disebut identitasnya.
Anisa mencoba mengabaikan. Namun, ejekan semakin keras. Beberapa teman malah merekam menggunakan ponsel. Akhirnya, bocah itu tidak kuasa dan menangis tersedu-sedu. Video amatir itu kemudian beredar di grup WhatsApp dan TikTok. UPDATE: Rekaman tersebut telah ditonton ratusan ribu kali.
Respons Keluarga
Ibu korban, yang namanya dirahasiakan, hanya bisa menangis saat ditemui. "Saya tidak menyangka anak saya dihina seperti itu. Baru kali ini saya lihat rekamannya," katanya dengan suara bergetar. Pihak keluarga belum mengambil langkah hukum. Mereka berharap ada penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, trauma Anisa cukup berat. Ia menolak pergi ke sekolah pasca-insiden.
Langkah Aparat
KONFIRMASI: Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minahasa Tenggara telah turun tangan. "Kami sudah mengantongi identitas para pelaku. Hari ini kami akan melakukan mediasi dengan pihak sekolah dan orang tua," kata Kanit PPA. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyediakan pendampingan psikologis bagi korban.
Dinas Pendidikan setempat juga telah memanggil kepala sekolah. "Kami mengecam keras tindakan ini. Akan ada sanksi tegas dan program anti-bullying segera diterapkan," ujar seorang pejabat.
Imbauan Publik
Polisi mengimbau masyarakat untuk menghentikan penyebaran video. "Menyebarkan konten yang merendahkan martabat anak melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. Hentikan viralitas yang justru memperburuk kondisi psikis korban," tegas petugas.
Tagar #StopBullying terus menggema. Aktivis perlindungan anak menyerukan agar sekolah lebih aktif mengawasi interaksi siswa. Data KPAI mencatat, kasus perundungan di sekolah meningkat selama dua tahun terakhir. Kasus di Mitra ini menjadi pengingat bahwa perundungan verbal bisa berdampak sama seriusnya dengan kekerasan fisik.
Peristiwa ini mencuat sejak Selasa (26/7/2026) malam dan menyebar luas pada Rabu (27/7/2026). Hingga saat ini, video telah dibagikan lebih dari 10 ribu kali di berbagai platform. Pihak sekolah bungkam saat dikonfirmasi, hanya menyatakan akan menyelesaikan secara internal. UPDATE TERBARU: Petugas tengah melakukan asesmen psikologis terhadap Anisa. Perkembangan akan terus dilaporkan. Tetap pantau detik ini juga untuk informasi terkini.
Comments (0)