SURABAYA — BREAKING: TNI Angkatan Udara resmi mengkaji pemanfaatan ruas jalan tol di Jawa Timur sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat militer. Kajian dikonfirmasi tengah berjalan.
Langkah strategis ini menyiapkan alternatif pendaratan bila pangkalan udara utama lumpuh. Skenario darurat mencakup serangan musuh, bencana alam, hingga kerusakan runway.
Kajian Teknis Tengah Berjalan
Tim teknis TNI AU dilaporkan memetakan sejumlah ruas tol di Jawa Timur. Penilaian fokus pada segmen lurus panjang tanpa hambatan di atas jalan.
Parameter yang dinilai meliputi panjang segmen lurus, kekuatan perkerasan, dan lebar badan jalan. Ketinggian bebas rambu serta portal juga dihitung. Median jalan harus bisa dibongkar cepat.
Pesawat tempur membutuhkan landasan minimal sekitar 1.500 hingga 2.500 meter. Permukaan harus kuat menahan beban roda pendaratan dan panas semburan mesin jet.
Survei lapangan melibatkan pengukuran geometrik jalan. Alat uji dipakai memeriksa kekuatan struktur perkerasan hingga lapisan pondasi.
Koordinasi dengan pengelola tol menjadi bagian penting. Data teknis ruas dikumpulkan sebelum simulasi pendaratan dijalankan.
Mengapa Jalan Tol?
Jalan tol modern punya karakter mirip runway. Lurus, rata, lebar, dan bebas lalu lintas begitu ditutup sesaat.
Konsep ini dikenal sebagai highway strip atau landasan jalan raya. Swedia, Finlandia, Swiss, Singapura, dan Taiwan sudah lama menerapkannya.
Swedia menjadi contoh paling ekstrem. Negeri itu merancang jalan raya sejak era Perang Dingin agar jet tempur bisa beroperasi dari mana saja.
Taiwan rutin menggelar latihan pendaratan jet tempur di jalan raya. Singapura mengubah jalan menuju bandara menjadi runway cadangan saat latihan.
Dalam doktrin pertahanan, penyebaran kekuatan udara membuat armada sulit dilumpuhkan. Musuh dipaksa menargetkan puluhan titik, bukan segelintir pangkalan.
Operasi dari jalan raya menuntut logistik bergerak. Menara pengawas portabel, truk bahan bakar, dan tim persenjataan harus siap digeser ke titik mana pun.
Jawa Timur Dinilai Strategis
Jawa Timur menyimpan nilai strategis tinggi. Provinsi ini menampung dua pangkalan udara utama: Lanud Iswahjudi di Madiun dan Lanud Abdulrachman Saleh di Malang.
Iswahjudi menjadi markas skuadron tempur. Abdulrachman Saleh menampung pesawat angkut dan latih. Keduanya vital bagi pertahanan udara kawasan timur Indonesia.
Kedekatan dengan Selat Madura dan jalur pelayaran strategis menambah nilai penting provinsi ini. Pengawasan udara atas wilayah perbatasan laut menjadi prioritas.
J
Comments (0)