BREAKING: Rektor Unsrat Dicopot, Unhas Pimpin Sementara

BARU SAJA — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) mencopot Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Oktovian, dari jabatannya. Penunjukan Plt Rektor lan...

Aug 07, 2026 - 07:06
0 0
BREAKING: Rektor Unsrat Dicopot, Unhas Pimpin Sementara

BARU SAJA — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikti) mencopot Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof Oktovian, dari jabatannya. Penunjukan Plt Rektor langsung diumumkan menit lalu, dengan menunjuk Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa, sebagai pengganti sementara.

Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh pejabat Kemendikti di Jakarta. Pencopotan dilakukan setelah evaluasi mendalam terhadap tata kelola dan kepemimpinan di Unsrat. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas akademik dan administrasi di kampus tertua di Sulawesi Utara tersebut.

Kronologi dan Alasan Pencopotan

Prof Oktovian resmi diberhentikan dari jabatan Rektor Unsrat per hari ini. Kemendikti menilai ada sejumlah pelanggaran prosedur dan ketidaksesuaian dalam pengelolaan institusi. Meski demikian, rincian lengkap pelanggaran belum diungkap ke publik, namun sumber internal menyebutkan adanya masalah dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.

  • Pencopotan efektif: Berlaku sejak hari ini, Senin, 10 Juni 2025.
  • Plt baru: Prof Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas Makassar, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas.
  • Mandat: Plt diberikan kewenangan penuh untuk memimpin Unsrat hingga rektor definitif terpilih.
  • Evaluasi: Kemendikti menyebut proses evaluasi berlangsung selama dua bulan terakhir.

Profil Plt Rektor Baru

Prof Jamaluddin Jompa adalah akademisi senior dengan rekam jejak panjang di bidang kelautan dan perikanan. Ia dikenal sebagai pemimpin transformatif di Unhas, membawa kampus tersebut meraih peringkat nasional yang meningkat signifikan. Penunjukannya diharapkan membawa angin segar bagi Unsrat yang tengah dilanda gejolak internal.

Dalam pernyataan singkatnya, Prof Jamaluddin menyatakan kesiapannya untuk segera berkoordinasi dengan seluruh sivitas akademika Unsrat. “Saya akan fokus pada pemulihan tata kelola dan memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu,” ujarnya melalui sambungan telepon, dikonfirmasi tim redaksi.

Reaksi dan Dampak di Unsrat

Keputusan ini memicu reaksi beragam di kalangan mahasiswa dan dosen Unsrat. Sebagian menyambut positif langkah tegas Kemendikti, sebagian lain menunggu kejelasan nasib program-program yang sedang berjalan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Prof Oktovian terkait pencopotannya.

Pengamat pendidikan tinggi menilai langkah ini sebagai sinyal keras pemerintah terhadap pengelolaan kampus yang tidak transparan. “Ini peringatan bagi seluruh rektor di Indonesia. Kemendikti tidak segan mencopot jika ada indikasi penyimpangan,” kata seorang analis kebijakan publik yang enggan disebut namanya.

Langkah Selanjutnya

Kemendikti memastikan akan segera membentuk tim seleksi untuk mencari rektor definitif Unsrat. Proses ini ditargetkan selesai dalam enam bulan ke depan. Sementara itu, Prof Jamaluddin Jompa akan dibantu oleh para wakil rektor yang masih menjabat untuk menjaga operasional harian kampus.

Seluruh kegiatan akademik di Unsrat dipastikan tetap berjalan normal. Mahasiswa diimbau untuk tetap tenang dan fokus pada perkuliahan. Pihak kampus juga akan menggelar pertemuan darurat dengan seluruh dekan dan kepala unit untuk menyosialisasikan transisi kepemimpinan ini.

Perkembangan lebih lanjut akan diupdate secepatnya. Pantau terus kanal berita ini untuk informasi terbaru seputar pencopotan rektor dan dinamika pendidikan tinggi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User