BREAKING: Pelaku Mutilasi Depok Kenal Korban via Aplikasi Gay

BARU SAJA — Polisi mengonfirmasi bahwa pelaku mutilasi di Depok berkenalan dengan korban melalui aplikasi kencan LGBT. Fakta ini terungkap dalam pemeriksaan intensif terhadap tersangka, yang juga me...

Aug 07, 2026 - 13:43
0 0
BREAKING: Pelaku Mutilasi Depok Kenal Korban via Aplikasi Gay

BARU SAJA — Polisi mengonfirmasi bahwa pelaku mutilasi di Depok berkenalan dengan korban melalui aplikasi kencan LGBT. Fakta ini terungkap dalam pemeriksaan intensif terhadap tersangka, yang juga merencanakan aksi pencurian bersama korban sebelum tragedi berdarah itu terjadi.

KONFIRMASI dari Kepolisian Resor Depok menyebutkan, keduanya bukan sekadar kenalan biasa. Mereka telah berkomunikasi cukup lama melalui aplikasi tersebut sebelum akhirnya bertemu secara langsung di lokasi kejadian.

Kronologi Perkenalan Hingga Mutilasi

Menurut penyidik, perkenalan via aplikasi gay itu berlangsung beberapa minggu sebelum pembunuhan. Pelaku dan korban diduga merencanakan pencurian di sebuah rumah kosong di kawasan Cilodong, Depok.

  • Perkenalan digital: Keduanya saling bertukar pesan dan foto melalui aplikasi kencan.
  • Pertemuan pertama: Mereka sepakat bertemu di lokasi untuk menjalankan rencana pencurian.
  • Rencana berubah: Terjadi cekcok di lokasi, pelaku nekat membunuh korban dengan senjata tajam.
  • Mutilasi: Pelaku memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian untuk menghilangkan jejak.

Polisi masih mendalami motif di balik pembunuhan keji ini. Namun, dugaan awal mengarah pada perselisihan soal pembagian hasil curian.

Fakta-Fakta Kunci dari TKP

Tim gabungan dari Polres Depok dan Polda Metro Jaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Sejumlah barang bukti diamankan, termasuk pisau dan ponsel milik korban.

Barang bukti yang diamankan:

  • Pisau dapur dengan panjang sekitar 20 sentimeter.
  • Pakaian korban yang berlumuran darah.
  • Ponsel korban yang berisi riwayat percakapan dengan pelaku.
  • Beberapa kantong plastik yang digunakan untuk membungkus bagian tubuh korban.

Petugas juga menemukan bekas perjuangan di lokasi. Diduga korban sempat melawan sebelum akhirnya tewas.

Pengakuan Pelaku

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku menyesali perbuatannya. Ia mengaku panik setelah korban mengancam akan melaporkan rencana pencurian itu ke polisi.

"Pelaku mengaku cekcok soal pembagian uang. Korban mengancam membatalkan rencana, lalu pelaku emosi dan langsung menyerang," ujar salah satu penyidik di lokasi.

Namun, polisi tidak serta-merta percaya pada pengakuan tersebut. Tim forensik masih melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Korban Sempat Dikubur Sebagian

Fakta lain yang mengejutkan, polisi menemukan sebagian organ tubuh korban yang dikubur di dekat TKP. Pelaku mengaku membuang beberapa bagian tubuh di lokasi berbeda untuk mengelabui penyelidikan.

Tim SAR dan anjing pelacak dikerahkan untuk mencari sisa bagian tubuh lainnya. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung.

Respons Masyarakat dan Langkah Polisi

Warga sekitar mengaku gempar dengan penemuan mayat termutilasi tersebut. Beberapa saksi mata melaporkan melihat pelaku keluar dari lokasi dengan membawa tas besar pada malam kejadian.

Polisi telah menetapkan pelaku sebagai tersangka dengan pasal berlapis, yaitu pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman maksimal adalah pidana mati atau penjara seumur hidup.

Langkah yang diambil polisi:

  • Menahan pelaku di sel tahanan Polres Depok.
  • Melakukan pemeriksaan psikologis untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku.
  • Mengembangkan penyelidikan untuk mencari kemungkinan korban lain.
  • Berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menelusuri data aplikasi yang digunakan.

Kasus ini menjadi peringatan keras tentang bahaya pertemuan dengan orang asing dari aplikasi kencan. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan.

UPDATE — Hingga saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi belum mengungkap identitas lengkap korban dan pelaku demi kepentingan penyelidikan.

Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini. Pantau terus Beritatercepat untuk informasi terbaru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User