BREAKING: Mahasiswi Solo Korban Deepfake AI, Pelaku Sebar ke Telegram

Detik Ini Juga, Teror Digital Menghancurkan Hidup Seorang MahasiswiSOLO, DETIK INI JUGA — Seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Surakarta berinisial E menjadi sasaran kejahatan seksual berbas...

Jul 28, 2026 - 07:43
0 3
BREAKING: Mahasiswi Solo Korban Deepfake AI, Pelaku Sebar ke Telegram

Detik Ini Juga, Teror Digital Menghancurkan Hidup Seorang Mahasiswi

SOLO, DETIK INI JUGA — Seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri di Surakarta berinisial E menjadi sasaran kejahatan seksual berbasis kecerdasan buatan. Wajahnya diambil tanpa izin, lalu diedit dan ditempelkan ke tubuh perempuan lain dalam pose tanpa busana. Konten palsu itu kemudian disebarluaskan melalui sejumlah akun media sosial dan grup Telegram.

Kuasa hukum korban, Zaenal Petir, menegaskan bahwa laporan resmi telah dilayangkan ke Direktorat Reserse Siber Kepolisian Daerah Jawa Tengah. “Penyidik sudah melakukan profiling terhadap pelaku. Tinggal menunggu jadwal pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya, Senin (27/7).

Kronologi Teror: Dari Godaan Hingga Ancaman

Rangkaian kejadian bermula pada 1 Januari 2026. Sebuah akun Instagram bernama Kelas Dunia Digital tiba-tiba menghubungi korban. Pelaku berusaha menjalin komunikasi intens, tetapi korban tidak merespons. Sikap diam itu justru memicu ancaman. “Pelaku mengirim pesan bahwa akan ada ‘bom waktu pertama’ jika korban tetap tidak membalas,” jelas Zaenal.

Beberapa hari kemudian, akun Instagram lain muncul dan mulai mengunggah foto-foto pornografi hasil rekayasa yang menggunakan wajah korban. Akun tersebut juga mengontak korban secara langsung. Puncaknya, pada 5 Februari, akun ketiga memberi tahu korban bahwa foto-foto tidak senonoh dirinya telah beredar di Telegram. Akun itu bahkan mengirimkan file mentah, baik foto asli maupun yang sudah dimanipulasi.

FAKTA KUNCI:

  • Korban: Mahasiswi PTN di Surakarta, inisial E.
  • Modus: Wajah ditempel ke tubuh telanjang dengan teknologi deepfake AI.
  • Media penyebaran: Instagram, Telegram.
  • Ancaman: “Bom waktu” jika tidak merespons pelaku.
  • Laporan polisi: Telah diterima Ditreskrimsus Polda Jateng, pelaku diprofiling.

Jejak Digital Pelaku Mulai Terkuak

Penyidik menduga kuat bahwa seluruh konten rekayasa berasal dan disebarkan oleh sebuah kanal Telegram. “Siapa pengelola akun tersebut, itulah yang sekarang sedang kami dalami,” tegas Zaenal. Polisi menemukan bukti bahwa foto dan video editan itu bukan sekadar kiriman acak, melainkan hasil unduhan dari grup Telegram, lalu dimodifikasi dan disebarluaskan lagi.

Dampak Psikologis: Korban Syok Hingga Depresi

Meski korban tidak pernah melakukan adegan apa pun seperti yang digambarkan dalam konten palsu, dampak psikologisnya sangat menghancurkan. Korban mengalami syok berat dan stres akut selama satu pekan penuh. Trauma masih membayangi hingga hari ini. “Semua yang ada di foto dan video itu adalah hasil editan AI. Korban sama sekali tidak terlibat. Tapi dampaknya sungguh kejam,” imbuh Zaenal.

Pola Mengerikan: Tujuh Mahasiswi Jadi Korban

Fakta yang lebih mencengangkan, setidaknya ada tujuh perempuan lain yang menjadi korban dengan modus serupa. Seluruhnya berstatus mahasiswi, mayoritas berkuliah di Semarang dan Solo. Profiling awal mengungkap benang merah yang mengejutkan: para korban ternyata saling mengenal karena pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Cepu. Temuan ini menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan.

“Di akun Instagram pelaku, diduga ada puluhan foto dan video dengan korban berbeda-beda. Semua korbannya adalah perempuan, semuanya mahasiswi,” kata Zaenal. Polisi kini berpacu dengan waktu untuk membongkar jaringan pelaku dan menghentikan peredaran konten ilegal tersebut.

UPDATE 27/7/2026 14:30 WIB: Polda Jateng mengonfirmasi sedang mendalami identitas pengelola kanal Telegram yang menjadi sumber konten. Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya penyalahgunaan AI untuk kejahatan seksual.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User