UPDATE TERKINI — Longsor pekan lalu di Kecamatan Bungku Utara, Morowali Utara, masih menyisakan dampak parah. Hingga siang ini, 2.104 jiwa terkonfirmasi terisolasi di dua desa setelah jalur darat utama ambrol dan tak bisa dilalui.
Kepungan Lumpur di Dua Desa
Bencana yang dipicu hujan deras berkepanjangan itu memorak-porandakan ruas jalan vital. Dua permukiman di wilayah utara kabupaten kini bagai pulau terpencil. Warga tidak bisa keluar, bantuan dari luar pun tertahan. Tim reaksi cepat setempat menyebut kondisi ini sebagai isolasi total—tak ada akses darurat yang tersisa.
- Lokasi: Dua desa di Kecamatan Bungku Utara.
- Warga terdampak: 2.104 jiwa, termasuk balita dan lansia.
- Penyebab isolasi: Akses jalan putus akibat longsor pekan lalu.
- Status terkini: Evakuasi massal belum bisa dimulai.
Pasokan Menipis, Bantuan Tertahan
Dapur umum darurat dilaporkan mulai kehabisan stok. Tenaga kesehatan di posko desa menyatakan persediaan obat-obatan kritis hanya cukup untuk tiga hari ke depan. Sementara itu, alat berat yang dikerahkan dari ibu kota kabupaten belum tiba di titik longsor karena medan sulit dan hujan susulan masih mengguyur.
Tim SAR gabungan kini mengandalkan jalur sungai dan udara untuk mengirim logistik. Namun, cuaca buruk sering memaksa penundaan operasi. “Kami butuh dukungan helikopter tambahan,” ucap seorang koordinator lapangan yang enggan disebut nama.
Kronologi Singkat
Longsor pertama terjadi Sabtu dini hari pekan lalu. Material tanah dan bebatuan menimbun jalan di beberapa titik sekaligus. Sejak itu, kontak dengan dua desa hanya bisa dilakukan via radio komunikasi. Belum ada laporan korban jiwa, tetapi kekhawatiran meningkat seiring makin tipisnya cadangan pangan.
Langkah Darurat Pemerintah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Morowali Utara sudah menyatakan status siaga darurat. Bantuan pangan siap dikirim via laut dari Palu, namun ombak tinggi menghambat pelayaran. Sementara itu, Kementerian Sosial berkoordinasi untuk mendirikan tenda pengungsian di titik aman terdekat apabila jalur darat berhasil dibuka.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu di tengah ketidakpastian. Redaksi terus memantau perkembangan dan akan memberi kabar begitu jalur berhasil ditembus.
Comments (0)