BREAKING: KPK Sita Rp4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

BENGKULU, DETIK INI JUGA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang tunai senilai Rp4 miliar dari rumah Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu.Penggeledahan berlangsung dalam 12 jam terakhir. Tim...

Jul 27, 2026 - 22:45
0 1
BREAKING: KPK Sita Rp4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Bengkulu

BENGKULU, DETIK INI JUGA — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang tunai senilai Rp4 miliar dari rumah Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu.

Penggeledahan berlangsung dalam 12 jam terakhir. Tim penindakan memasuki kediaman pribadi Noprisman tanpa perlawanan berarti. Uang tunai tersebut ditemukan dalam berbagai pecahan, disimpan di beberapa lokasi berbeda di dalam rumah.

Detail Temuan Mencengangkan

Selain uang tunai, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti elektronik. Dokumen-dokumen terkait proyek infrastruktur turut dibawa.

  • Uang tunai Rp4 miliar dalam pecahan rupiah dan mata uang asing
  • Disimpan di brankas pribadi dan lemari tak terduga
  • Pecahan teridentifikasi: Rp100.000, Rp50.000, dan US$100
  • 3 unit laptop, 2 hard disk eksternal, dan 5 ponsel disita
  • Dokumen proyek jalan, drainase, dan bangunan gedung diamankan

Kronologi Penggerebekan

Operasi dimulai pukul 06.00 WIB. Tim KPK bergerak serentak di tiga titik berbeda: rumah dinas, kantor Dinas PUPR, dan kediaman pribadi. Penggeledahan di rumah pribadi berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

Noprisman berada di lokasi saat penggeledahan berlangsung. Ia terlihat kooperatif meskipun beberapa kali mencoba menghubungi pihak luar melalui ponselnya yang langsung diamankan petugas.

Konteks Kasus

Penggeledahan ini merupakan pengembangan dari penyelidikan dugaan korupsi proyek infrastruktur senilai Rp78 miliar di Dinas PUPR Kota Bengkulu. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalan, jembatan, dan sistem drainase yang dikerjakan sepanjang tahun 2024 hingga awal 2025.

UPDATE 15 MENIT LALU: Juru Bicara KPK mengkonfirmasi bahwa Noprisman telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Statusnya kini telah dinaikkan menjadi tersangka.

Tim auditor forensik kini tengah menghitung total nilai uang yang ditemukan. Proses penghitungan memakan waktu karena jumlahnya yang sangat besar dan tercampur dalam beberapa mata uang asing.

Reaksi dan Langkah Selanjutnya

Wali Kota Bengkulu belum mengeluarkan pernyataan resmi. Sementara itu, KPK terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk rekanan kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek Dinas PUPR.

Penyidik kini fokus melacak aliran dana dari uang tunai yang disita. Apakah dana tersebut terkait langsung dengan proyek-proyek yang tengah diselidiki, atau merupakan bagian dari praktik korupsi berjaringan yang lebih luas.

Noprisman akan menjalani pemeriksaan intensif dalam 1x24 jam ke depan. KPK memiliki waktu 20 hari untuk merampungkan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke pengadilan.

Pengembangan kasus ini diyakini akan menyeret sejumlah nama lain, baik dari internal Dinas PUPR maupun pihak swasta yang selama ini menjadi rekanan tetap proyek-proyek pemerintah di Bengkulu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User