BARU SAJA — Komunitas Pajero One Jawa Timur langsung melontarkan permintaan maaf terbuka. Permintaan maaf ini terlontar hanya beberapa menit setelah aksi konvoi mereka memicu kecaman pengguna jalan tol di Jawa Timur. Rombongan SUV itu diduga menguasai lajur kanan dan melaju secara ugal-ugalan.
Informasi yang dihimpun detik ini juga, gelombang keluhan mengalir dari para pengendara yang melintas di ruas tol tersebut. Sejumlah saksi mata mengaku terpaksa melakukan pengereman mendadak akibat manuver tiba-tiba dari iring-iringan kendaraan itu. Rekaman video dari dasbor salah satu pengendara yang beredar luas di media sosial memperlihatkan puluhan Pajero memblokade lajur cepat tanpa memberi celah bagi kendaraan lain untuk menyalip.
“Mereka seperti pagar beton yang bergerak. Sama sekali tidak ada ruang untuk kami mendahului,” ujar seorang saksi mata yang menghubungi redaksi, Senin dini hari. Ia menambahkan, rombongan itu terus menjaga formasi rapat selama hampir 20 kilometer.
PERMINTAAN MAAF RESMI
KONFIRMASI dari pihak komunitas muncul tidak sampai tiga jam setelah kejadian. Melalui akun media sosial resmi, Komunitas Pajero One Jatim menyatakan penyesalan mendalam atas insiden yang meresahkan tersebut. Mereka menegaskan bahwa perilaku oknum anggota yang tidak tertib itu tidak mencerminkan standar dan etika berkendara yang selama ini dijunjung oleh komunitas.
Dalam pernyataan tertulisnya, komunitas langsung menjabarkan sejumlah langkah korektif yang akan diambil:
- Evaluasi internal menyeluruh akan digelar dalam waktu 1×24 jam untuk mengidentifikasi anggota yang melanggar.
- Seluruh peserta konvoi diwajibkan mengikuti pembekalan ulang soal tata tertib berkendara di jalan tol.
- Komunitas berjanji akan berkoordinasi dengan operator jalan tol dan pihak kepolisian untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kecelakaan fisik. Namun, kepolisian setempat tetap siaga dan memantau perkembangan situasi. Petugas juga sudah mengantongi sejumlah bukti video yang menjadi dasar penyelidikan lebih lanjut.
PERKEMBANGAN ini menjadi pengingat bahwa aksi konvoi di jalan umum wajib mengutamakan keselamatan seluruh pengguna jalan. Pihak komunitas pun berharap permintaan maaf ini dapat meredakan ketegangan serta menjadi momentum perbaikan ke depan.
Comments (0)