BREAKING: Kerangka Manusia Ditemukan di Pantai Lampung
BARU SAJA – Warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di pesisir pantai. Temuan itu terjadi saat seorang warga sedang mencari kayu bakar se...
BARU SAJA – Warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di pesisir pantai. Temuan itu terjadi saat seorang warga sedang mencari kayu bakar sekitar pukul 09.00 WIB tadi.
Kronologi Penemuan
Kerangka pertama kali terlihat oleh Suratno (45), warga setempat, yang sedang berjalan di bibir pantai. Ia melihat gundukan pasir yang mencurigakan dan setelah diperiksa, ditemukan tulang belulang manusia.
- Lokasi: Pantai Canti, Desa Legundi, sekitar 2 km dari pemukiman penduduk.
- Waktu: Jumat, 18 Juli 2026, pukul 09.15 WIB.
- Kondisi: Kerangka masih utuh, diduga sudah terkubur selama beberapa bulan.
Respons Aparat
Penemuan segera dilaporkan ke Kepala Desa setempat yang kemudian menghubungi Polsek Ketapang. Tim identifikasi dari Satreskrim Polres Lampung Selatan langsung diterjunkan ke lokasi.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Hendra Gunawan, membenarkan penemuan tersebut. "Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan identifikasi awal. Belum bisa dipastikan jenis kelamin maupun usia korban," ujarnya melalui sambungan telepon.
Fakta Cepat
- Kerangka ditemukan dalam posisi telentang, tidak ada tanda-tanda kekerasan.
- Satu sandal jepit berwarna hitam ditemukan di dekat kerangka.
- Warga setempat mengaku bau menyengat sempat tercium sejak beberapa hari lalu.
Evakuasi dan Penyelidikan
Tim SAR gabungan bersama petugas medis mengevakuasi kerangka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalianda untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 2 jam karena medan yang cukup terjal.
Polisi masih mendata laporan orang hilang di wilayah Lampung Selatan. Sejauh ini belum ada laporan warga yang menghilang dalam beberapa bulan terakhir, ungkap AKBP Hendra. Dugaan sementara korban adalah orang dewasa, namun akan dikonfirmasi melalui pemeriksaan forensik.
Keterangan Saksi Mata
Suratno, penemu kerangka, menuturkan ia awalnya mengira tulang itu milik hewan. "Baru setelah saya lihat bentuk tengkorak, saya langsung lari ke kantor desa. Sangat mengerikan," katanya dengan wajah pucat.
Warga lainnya, Siti (60), mengaku sempat melihat perahu asing berlabuh di pantai tersebut sepekan lalu. "Ada perahu tanpa nama, tapi saya tidak berani mendekat. Mungkin ada kaitannya," tambahnya.
Polisi masih menyelidiki kemungkinan pembuangan jenazah dari perahu atau kasus kriminal lainnya. Hasil autopsi diperkirakan keluar dalam tiga hari ke depan, tutup AKBP Hendra.
Penemuan ini menjadi perhatian serius aparat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan lainnya di pesisir.
Comments (0)