BREAKING: Ekshumasi Jasad Terduga Pencuri Ayam di Tabanan
BARU SAJA — Polres Tabanan bergerak cepat membongkar makam KD, pria yang tewas menjadi bulan-bulanan massa setelah dituduh mencuri ayam aduan, Senin (27/7/2026). Tim forensik langsung melakukan auto...
BARU SAJA — Polres Tabanan bergerak cepat membongkar makam KD, pria yang tewas menjadi bulan-bulanan massa setelah dituduh mencuri ayam aduan, Senin (27/7/2026). Tim forensik langsung melakukan autopsi di Setra Adat Sidatapa, lokasi pemakaman korban, untuk mengungkap fakta di balik pengeroyokan brutal ini.
Fakta Kunci
- Korban KD diduga kuat menjadi korban penghakiman massa.
- Lokasi kejadian di wilayah Tabanan, Bali — dugaan pencurian ayam aduan memicu aksi main hakim sendiri.
- Ekshumasi digelar hari ini di Setra Adat Sidatapa untuk kepentingan autopsi.
- Status penyelidikan: Polisi masih memburu dalang pengeroyokan.
Kronologi Dugaan Pencurian
Informasi yang dihimpun menyebutkan KD dituduh mencuri ayam aduan milik warga setempat. Tanpa proses hukum, sekelompok orang menangkap dan menghajarnya hingga tak berdaya. Korban dilaporkan meregang nyawa di tempat kejadian. Sejumlah saksi mata mengonfirmasi massa tidak memberi kesempatan korban untuk diadili secara sah.
Langkah Kilat Polisi
Ekshumasi dilakukan pagi tadi dalam pengawasan ketat aparat dan tim kedokteran forensik. Autopsi menjadi kunci pengungkapan luka penyebab kematian serta potensi pengumpulan DNA pelaku. “Langkah ini bagian dari proses hukum yang transparan,” ungkap sumber di kepolisian, yang menyebut kasus ini sebagai prioritas darurat.
Respons Publik
Warga Tabanan gempar. Aksi main hakim sendiri mendapat kecaman luas. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan menyerahkan penegakan hukum sepenuhnya kepada polisi. “Ini bukan budaya kita,” tegas tokoh adat setempat, menyesalkan insiden berdarah tersebut.
Perkembangan Terkini
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih mengumpulkan bukti dan memintai keterangan saksi mata. Belum ada tersangka yang diamankan, namun polisi memastikan perkembangan terbaru akan disampaikan menit berikutnya. Publik diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Comments (0)