BREAKING: Bupati Ketapang Buka Suara Usai Karhutla Tewaskan Warga
BARU SAJA — Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, angkat bicara untuk pertama kalinya setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merenggut nyawa seorang warga. Korban, Taufik Hidayat (26), tewas dalam...
BARU SAJA — Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, angkat bicara untuk pertama kalinya setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merenggut nyawa seorang warga. Korban, Taufik Hidayat (26), tewas dalam insiden yang terjadi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pria berusia 26 tahun itu dilaporkan menjadi korban pertama karhutla di daerah tersebut pada musim kemarau tahun ini.
Alexander Wilyo menyerukan langkah pencegahan karhutla secara masif dan tegas. Ia menegaskan tidak ada lagi korban jiwa yang boleh berjatuhan akibat kebakaran yang kerap dipicu faktor manusia maupun alam. "Kami berduka atas kejadian ini. Ini peringatan keras bagi kita semua," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media, Rabu siang.
Kronologi Singkat: Korban Terjebak di Titik Api
Menurut laporan awal yang dihimpun dari lapangan, Taufik Hidayat diduga sedang berupaya memadamkan api saat terjebak di tengah kepungan asap dan bara. Saksi mata di lokasi menyebut kobaran api membesar dengan cepat akibat angin kencang. Proses evakuasi berlangsung sulit karena akses jalan menuju titik api yang sempit dan tertutup vegetasi tebal.
- Korban tewas: Taufik Hidayat (26), warga setempat.
- Lokasi kejadian: Area lahan gambut di Kecamatan [nama kecamatan belum dikonfirmasi], Ketapang.
- Waktu insiden: Terjadi dalam 24 jam terakhir, sebelum pernyataan bupati dirilis.
- Penyebab awal: Diduga api menjalar dari pembakaran lahan ilegal, masih dalam penyelidikan.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) telah dikerahkan ke lokasi. Operasi pemadaman masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Petugas juga membentuk garis isolasi untuk mencegah api meluas ke permukiman warga.
Seruan Bupati: Stop Karhutla Sekarang
Dalam pernyataan yang sama, Bupati Alexander Wilyo menekankan tiga poin penting. Pertama, larangan keras pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Kedua, peningkatan patroli terpadu di titik rawan. Ketiga, sanksi hukum maksimal bagi pelaku pembakaran yang terbukti bersalah. "Kami tidak akan mentoleransi aktivitas yang membahayakan nyawa manusia," tegasnya.
Data sementara dari Dinas Lingkungan Hidup Ketapang mencatat puluhan hektare lahan telah terbakar sejak awal Agustus. Namun, insiden kematian ini menjadi yang pertama dan memicu status siaga darurat di sejumlah kecamatan. Bupati meminta seluruh camat dan kepala desa untuk aktif melaporkan potensi titik api setiap enam jam sekali.
"Ini bukan sekadar bencana alam, ini kegagalan kita bersama menjaga lingkungan," tambah Alexander. Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk membuka posko pengobatan gratis bagi warga yang terdampak asap. Gangguan pernapasan dilaporkan meningkat di tiga puskesmas terdekat.
Korban Meninggal: Identitas dan Proses Hukum
Jenazah Taufik Hidayat telah dievakuasi ke RSUD Ketapang untuk visum. Keluarga korban masih dalam kondisi berduka dan belum memberikan keterangan resmi. Polres Ketapang telah memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian untuk penyelidikan lebih lanjut. "Kami sedang memeriksa kemungkinan adanya unsur kelalaian atau tindak pidana," ujar Kasat Reskrim Polres Ketapang, yang enggan disebut namanya.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Jika menemukan titik api, segera hubungi call center darurat 112 atau kantor BPBD terdekat. Update perkembangan akan kami sampaikan secepatnya.
Hingga berita ini ditulis, api di beberapa titik masih belum sepenuhnya padam. Tim gabungan terus berupaya melakukan pendinginan lahan gambut yang rentan menyala kembali. Situasi di lapangan masih dinamis dan berpotensi meluas jika angin kencang kembali terjadi.
Comments (0)