PALANGKA RAYA — Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dilaporkan semakin kritis. Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Andina Thresia Narang, BARU SAJA membeberkan situasi terkini dari lokasi. Asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah. Titik api terus bertambah dan sulit dijangkau tim pemadam.
Fakta Kunci di Lapangan
- Asap pekat menutupi langit Kalteng, jarak pandang turun drastis.
- Banyak titik api berada di area gambut dalam dan akses terbatas.
- Petugas pemadam dilaporkan kewalahan menjangkau lokasi terpencil.
- Bantuan tambahan personel dan peralatan sangat dibutuhkan segera.
"Kondisi di lapangan sangat berat. Titik api sulit dijangkau karena medan dan keterbatasan akses," ujar Andina dalam keterangan yang dikonfirmasi, Sabtu (2/11/2024).
Andina menegaskan, karhutla kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Api menjalar cepat di lahan gambut. Asap menghasilkan polusi udara berbahaya bagi warga. Sekolah dan aktivitas luar ruang mulai terganggu.
Evakuasi dan Siaga Darurat
Sejumlah warga dilaporkan mulai mengungsi secara mandiri. Masker dan air bersih menjadi kebutuhan mendesak. Posko darurat disiapkan di beberapa kecamatan. Pemerintah daerah diminta menetapkan status siaga darurat karhutla.
"Kami mendorong penanganan cepat. Jangan sampai masyarakat menjadi korban," tegas Andina.
Desakan Bantuan Pusat
Anggota Komisi I DPR itu meminta pemerintah pusat turun tangan. Bantuan helikopter water bombing dinilai mendesak. Penambahan personel gabungan TNI, Polri, dan BPBD juga diperlukan. Ia menyoroti minimnya sarana pemadaman di wilayah terisolasi.
Saksi mata menyebut asap membubung tinggi sejak pagi. Bau terbakar menyengat hingga permukiman. Warga berharap hujan segera turun. Namun prakiraan cuaca menunjukkan kemarau masih berlanjut.
Dampak Kesehatan Mengintai
Kualitas udara di beberapa titik dilaporkan tidak sehat. ISPA mulai menyerang anak-anak dan lansia. Dinas kesehatan setempat diminta memperkuat layanan. Puskesmas diminta siaga 24 jam.
Andina menutup keterangannya dengan seruan kolaborasi. "Ini bukan hanya tugas daerah. Ini darurat nasional," pungkasnya.
Perkembangan karhutla Kalteng masih terus dipantau. Beritatercepat akan memperbarui informasi begitu data terbaru masuk. Warga diminta waspada dan mengurangi aktivitas luar ruang.
Comments (0)