BARU SAJA — Polres Metro Tangerang Kota resmi meluncurkan program Bapak Asuh dengan mengerahkan 108 personel polisi untuk mendampingi pelajar. Langkah ini dikonfirmasi sebagai upaya darurat mencegah aksi anarkis di kalangan remaja.
Program ini dilaporkan langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Herbin Sianipar. Ia menyatakan para polisi akan menjadi figur pengganti orang tua di sekolah-sekolah rawan konflik.
SIAPA YANG DITUGASKAN?
- 108 polisi ditunjuk sebagai bapak asuh pelajar
- Setiap personel mendampingi 5-10 pelajar bermasalah
- Fokus pada sekolah dengan riwayat tawuran dan bentrokan
- Program berjalan mulai pekan ini di seluruh kecamatan
"Kami tidak hanya menindak, tapi mendampingi. Ini pendekatan preventif," ujar Herbin dalam keterangan resmi, Selasa (8/10/2026).
MENGAPA INI PENTING?
Data kepolisian menunjukkan lonjakan aksi anarkis pelajar dalam tiga bulan terakhir. Tawuran, perusakan fasilitas umum, dan pengeroyokan menjadi sorotan.
- 12 kasus tawuran terjadi sepanjang September 2026
- 5 sekolah diidentifikasi sebagai titik rawan
- Pelajar terlibat didominasi usia 13-17 tahun
- Korban luka tercatat 23 orang dalam insiden terakhir
Seorang saksi mata di Cipondoh menyebut aksi anarkis sering terjadi usai jam pulang sekolah. "Mereka bawa senjata tajam, warga tak berani melerai," katanya.
BAGAIMANA MEKANISMENYA?
Setiap bapak asuh wajib mengunjungi rumah pelajar minimal dua kali sebulan. Polisi juga berkoordinasi dengan guru BK dan orang tua.
- Pendampingan intensif selama 6 bulan
- Laporan evaluasi setiap dua minggu
- Melibatkan tokoh agama dan komunitas
- Siaga 24 jam melalui hotline pengaduan
"Jika pelajar terlibat tindak pidana, bapak asuh bertanggung jawab mengawal proses hukum dan rehabilitasi," tegas Herbin.
RESPON CEPAT LAPANGAN
Sejumlah sekolah menyambut program ini. Namun, pengamat pendidikan menilai perlu pengawasan ketat agar tidak jadi formalitas.
"Jangan sampai polisi hanya datang, foto, lalu hilang. Harus ada bukti perubahan perilaku," ujar pengamat pendidikan lokal.
Polres Metro Tangerang Kota menargetkan penurunan 50 persen aksi anarkis pelajar dalam enam bulan. Evaluasi pertama dijadwalkan akhir Oktober 2026.
UPDATE — Hingga berita ini diturunkan, 108 polisi sudah menerima pembekalan psikologi dan pendekatan anak. Mereka mulai bertugas hari ini.
Warga diminta melaporkan jika melihat indikasi tawuran. Nomor darurat polisi siaga 110 atau hotline Polres Metro Tangerang Kota.
"Kami tidak main-main. Keselamatan pelajar adalah prioritas. Tidak ada ruang untuk anarkis di Tangerang," tutup Herbin.
Comments (0)