BPS Puji Dukungan Bali untuk Sensus Ekonomi 2026
DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas langkah cepat dan kolaborasi erat dalam menyukseskan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen...
DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas langkah cepat dan kolaborasi erat dalam menyukseskan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Komitmen daerah dinilai menjadi fondasi krusial untuk menghasilkan data akurat yang akan menjadi peta jalan pembangunan nasional.
Apresiasi ini mengemuka dalam pertemuan koordinasi antara BPS dan jajaran Pemprov Bali yang berlangsung di kantor gubernur, Selasa (20/5). Kepala BPS menekankan bahwa tanpa dukungan penuh pemerintah daerah, pendataan massal yang menjangkau seluruh unit usaha dari tingkat mikro hingga korporasi besar akan sulit tercapai tepat waktu.
Pemetaan Usaha Jadi Prioritas
Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk memotret secara menyeluruh struktur dan kinerja perekonomian Indonesia, termasuk sektor-sektor unggulan Bali seperti pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian. BPS dan Pemprov Bali telah memulai pemetaan awal dengan melibatkan perangkat daerah hingga tingkat desa adat. Data yang dikumpulkan akan mencakup jumlah usaha, tenaga kerja, omzet, hingga kendala yang dihadapi pelaku ekonomi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bali menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan infrastruktur pendukung, termasuk platform digital untuk verifikasi data di lapangan. “Kami ingin setiap pelaku usaha, dari pemilik warung tradisional hingga hotel berbintang, terdata secara lengkap. Ini bukan sekadar sensus, tetapi dasar perencanaan ekonomi Bali ke depan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Desa Adat
Keunikan Bali terletak pada peran desa adat yang masih kuat. BPS mengakui bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal mempercepat proses konfirmasi data dan membangun kepercayaan responden. Ribuan petugas sensus akan direkrut dari warga setempat yang memahami karakteristik wilayah masing-masing.
Pelatihan petugas sensus direncanakan berlangsung mulai awal 2026, dengan target setidaknya 5.000 enumerator diterjunkan di sembilan kabupaten/kota se-Bali. BPS menjamin seluruh proses mengikuti standar kerahasiaan data yang ketat.
Harapan untuk Data Berkualitas
Data Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu mengisi celah informasi yang selama ini menghambat investasi dan pengambilan kebijakan berbasis bukti. Bali, sebagai provinsi dengan kontribusi ekonomi non-migas yang signifikan, menjadi salah satu wilayah prioritas dalam sensus ini.
“Keberhasilan sensus di Bali akan menjadi tolok ukur bagi provinsi lain. Kami sangat menghargai keterbukaan dan kerja keras Pemprov Bali sejak tahap paling dini,” kata Kepala BPS dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa sinergi ini diyakini mampu meningkatkan cakupan sensus hingga lebih dari 95 persen.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, Sensus Ekonomi 2026 di Bali diharapkan tidak hanya menghasilkan angka statistik, tetapi juga rekomendasi konkret untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah dan nasional.
Comments (0)