Aug 26, 2026
Nasional

BMKG Sebut Angin Picu Asap Karhutla Kalimantan sampai ke Negara Tetangga

BMKG mengungkap asap karhutla Kalimantan terbawa angin ke negara tetangga. BNPB mengoordinasikan penanganan dan antisipasi dampak asap lintas batas.]]>

BMKG Sebut Angin Picu Asap Karhutla Kalimantan sampai ke Negara Tetangga

BMKG Sebut Angin Picu Penyebaran Asap Karhutla di Kalimantan hingga ke Negara Tetangga

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa faktor angin menjadi penentu utama dalam penyebaran asap akibat Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di Kalimantan. Menurut laporan terbaru, asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan di beberapa provinsi di pulau Kalimantan telah menyebar hingga mencapai negara tetangga, disebabkan pola angin yang sedang berlangsung.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BMKG, Mulyono R. Prabowo menjelaskan bahwa kondisi cuaca saat ini memang mendukung penyebaran asak ke wilayah yang lebih luas. "Angin yang bertiup dari arah barat daya membawa partikel-partikel asap dari Kalimatan menuju arah timur laut, sehingga asap tersebut dapat menyebar hingga ke negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam," ujar Mulyono dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (15/9).

Dampak Karhutla Terhadap Kualitas Udara

Dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terasa sangat signifikan terhadap kualitas udara di wilayah tersebut. BMKG mencatat bahwa Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa titik monitoring di Kalimantan telah mencapai kategori tidak sehat bahkan berbahaya. "Di beberapa kota seperti Pontianak, Palangkaraya, dan Samarinda, ISPU-nya sudah di atas 200 yang masuk kategori tidak sehat. Bahkan ada titik yang mencapai 300-an yang masuk kategori sangat tidak sehat," jelas Mulyono.

Partikel-partikel halus (PM2.5) yang terkandung dalam asap menjadi penyebab utama penurunan kualitas udara. Partikel berukuran sangat kecil ini mampu masuk ke dalam sistem pernapasan manusia dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi mata, batuk, hingga gangguan pernapasan yang lebih serius bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang menderita penyakit kronis.

Upaya Penanganan Karhutla

Pemerintah bersama berbagai instansi terkait telah berupaya maksimal dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) telah diterjunkan untuk melakukan pemadaman di titik-titik api yang terdeteksi. "Kami telah mengerahkan sebanyak 3.000 personel termasuk personel TNI/Polri, Basarnas, dan relawan untuk melakukan penanganan langsung di lokasi kebakaran," ujar Kepala Satgas Karhutla, Suharyanto.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan larangan bakar lahan (moratorium) di beberapa wilayah yang berpotensi terkena dampak Karhutla. "Kami akan menindak tegas pelaku pembakaran lahan secara ilegal. Sanksi yang diberikan mulai dari denda hingga pidana penjara akan diberlakukan tanpa pandang bulu," tegas Suharyanto.

Peran BMKG dalam Penanganan Karhutla

BMKG berperan penting dalam mendukung penanganan Karhutla melalui penyediaan data dan informasi cuaca yang akurat. Badan ini menyediakan prakiraan cuaca harian, prakiraan angin, serta informasi tentang potensi hujan yang dapat membantu proses pemadaman. "Kami juga menyediakan data hotspot yang diperbarui setiap hari untuk membantu identifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran," jelas Mulyono.

Selain itu, BMKG juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga lainnya dalam memberikan early warning atau peringan dini terkait potensi risiko kesehatan akibat pencemaran udara. "Informasi ini sangat penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan, seperti penggunaan masker saat keluar rumah atau menghindari aktivitas di luar ruangan jika kualitas udara sedang buruk," tambahnya.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, tantangan dalam penanganan Karhutla tetap besar. Faktor kering dan panjangnya musim kemarau di wilayah Kalimantan menjadi salah satu tantangan utama. "Kondisi cuaca yang kering dan minim hujan akan berlangsung hingga akhir tahun ini, sehingga potensi kebakaran masih tinggi," ujar Kepala Pusat Klimatologi BMKG, Ardhasena S.W.

Untuk itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dalam penanganan Karhutla, mulai dari pencegahan hingga pemulihan ekosistem. "Pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tetapi memerlukan kesadaran dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi lagi bencana yang merugikan ini," pungkas Ardhasena.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User