Biden Kritik Keras Trump, Sebut Pecundang Korup yang Narsis

Maryland - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan kritikan keras terhadap Presiden AS Donald Trump beserta kebijakannya. Dalam sebuah pidato yang penuh semangat, Biden secara tera

Jul 07, 2026 - 23:29
0 0
Biden Kritik Keras Trump, Sebut Pecundang Korup yang Narsis

Maryland - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan kritikan keras terhadap Presiden AS Donald Trump beserta kebijakannya. Dalam sebuah pidato yang penuh semangat, Biden secara terang-terangan menyebut Trump sebagai "pecundang" yang korup, narsis, dan tidak memiliki kompetensi dalam memimpin negara adidaya tersebut.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Senin (29/6/2026), serangan verbal ini disampaikan Biden sekitar dua tahun setelah keduanya terlibat dalam perdebatan sengit pada debat calon presiden AS untuk pemilu 2024. Debat tersebut menjadi titik balik yang berujung pada mundurnya Biden dari arena pencapresan, membuka jalan bagi Trump untuk kembali menduduki Gedung Putih.

Gambarkan Trump sebagai Pemimpin Angkuh

Biden menyampaikan kritik-kritik tajam tersebut saat berpidato di sebuah acara penggalangan dana untuk Partai Demokrat yang digelar di Maryland pada Sabtu (27/6) malam. Di hadapan para pendukung dan donatur partainya, ia melukiskan sosok Trump sebagai pemimpin yang angkuh dan korup. Mantan presiden itu tidak hanya menyoroti karakter pribadi Trump, tetapi juga menyerang serangkaian kebijakan yang diambil oleh penerusnya di Gedung Putih tersebut.

“Dia adalah pecundang yang narsis. Seseorang yang lebih peduli pada bayangannya di cermin daripada jutaan warga Amerika yang berjuang setiap hari. Korupsinya bukan lagi rahasia, ia menjalankan pemerintahan ini sebagai alat untuk memperkaya diri dan kroninya sendiri,” ujar Biden dalam pidatonya, yang dikutip dari laporan media kami.

Pidato ini menandai salah satu kecaman paling keras yang pernah dilontarkan Biden kepada Trump sejak lengser dari jabatannya. Nada bicara Biden yang tajam mencerminkan frustrasi mendalam terhadap arah kepemimpinan AS di bawah pemerintahan saat ini, terutama terkait isu-isu demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Para analis politik menilai pidato Biden ini sebagai upaya untuk menggalang kembali kekuatan kubu Demokrat menjelang agenda-agenda politik penting ke depan. Meski telah mundur dari pencapresan sebelumnya, Biden tetap menunjukkan pengaruhnya sebagai tokoh senior partai yang vokal dalam mengkritisi pemerintahan lawan politiknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User