Sep 17, 2026
Jawa Barat

BEKASI — Pemerintah Dorong Penciptaan Tenaga Kerja Hijau Sektor AC

BEKASI — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi menyepakati langkah strategis untuk mempercepat keb

BEKASI — Pemerintah Dorong Penciptaan Tenaga Kerja Hijau Sektor AC

BEKASI — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi menyepakati langkah strategis untuk mempercepat keberadaan tenaga kerja hijau (green jobs) di Indonesia. Sektor prioritas yang disasar dalam kerja sama ini adalah para teknisi pemeliharaan dan reparasi sistem pendingin udara atau Air Conditioner (AC), yang dinilai memegang peranan krusial dalam menjaga kelestarian lapisan ozon bumi.

Kesepakatan tersebut dicetuskan dalam momen peringatan Hari Ozon Sedunia pada 16 September 2026. Acara puncak dipusatkan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan menghadirkan perwakilan pimpinan kementerian, praktisi industri vokasi, serta asosiasi teknisi pendingin dari berbagai daerah.

Urgensi Standarisasi Teknisi Pendingin Ramah Lingkungan

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa keahlian teknisi AC tidak boleh lagi dipandang sebagai profesi teknis biasa. Menurutnya, penanganan alat pendingin yang salah berkontribusi langsung terhadap pelepasan Senyawa Perusak Ozon (SPO) dan peningkatan emisi gas rumah kaca ke atmosfer.

“Teknisi yang kompeten tidak hanya memastikan AC tetap dingin dan hemat listrik. Mereka mengetahui dan memahami cara kerja yang benar, agar gas pendingin tidak lepas ke udara dan mencemarinya saat AC dipasang maupun diperbaiki,” ujar Jumhur Hidayat di hadapan para peserta pelatihan vokasi.

Pemerintah mencatat bahwa kebocoran bahan pendingin berbasis hidrofluorokarbon (HFC) akibat praktik perbaikan yang keliru berpotensi menyumbang hingga 20 persen emisi pemicu pemanasan global di sektor pemukiman. Oleh sebab itu, ketersediaan alat penampung (*recovery unit*) dan standardisasi kompetensi teknisi menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Transformasi Industri: Perbandingan Teknisi Konvensional vs Teknisi Hijau

Guna memberikan pemahaman yang jelas mengenai perbedaan standar kerja, berikut adalah komparasi antara praktik teknisi konvensional dan teknisi hijau bersertifikasi:

Aspek Penilaian Teknisi Konvensional Teknisi Hijau Bersertifikasi
Penanganan Refrigerant Berisiko dibuang langsung ke udara bebas saat perbaikan. Menggunakan alat recovery untuk menampung dan mendaur ulang gas pendingin.
Efisiensi Energi Perangkat Fokus hanya pada tingkat kedinginan instan. Memastikan konsumsi listrik lebih hemat hingga 15-30% melalui setelan presisi.
Dampak Lingkungan Meningkatkan risiko kebocoran bahan perusak ozon. Menjamin zero emission leakage saat instalasi maupun pemeliharaan berkala.

Langkah Strategis Pemeliharaan Ozon Berkelanjutan

Sinergi antara Kementerian LH dan Kemnaker bakal diwujudkan melalui serangkaian program aksi terstruktur yang meliputi:

  1. Integrasi Kurikulum Vokasi: Menyusun modul pelatihan *green skills* pada seluruh BBPVP di Indonesia khusus untuk keahlian teknik pendingin.
  2. Sertifikasi Kompetensi Nasional: Mendorong skema sertifikasi wajib bagi teknisi pendingin yang memenuhi standar ramah lingkungan.
  3. Edukasi Konsumen dan Rumah Tangga: Mengajak masyarakat secara luas untuk bijak dalam mengoperasikan perangkat pendingin di rumah.

Menteri LH juga menambahkan bahwa partisipasi aktif dari tingkat rumah tangga sangat diperlukan. Penggunaan AC secara bijak, seperti mengatur suhu ideal pada 24-25 derajat Celsius serta rutin merawat perangkat menggunakan tenaga ahli bersertifikat, terbukti mampu menghemat konsumsi energi nasional hingga 10-15 persen.

Menuju Target Indonesia Bebas Bahan Perusak Ozon

Langkah progresif ini beroperasi sejalan dengan komitmen internasional Pemerintah Indonesia dalam meratifikasi Amandemen Kigali dan Protokol Montreal. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah menargetkan penciptaan sedikitnya 50.000 tenaga kerja hijau di sektor pendingin dalam beberapa tahun mendatang guna mendukung target penurunan emisi karbon nasional secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User