Ilham Azikin Pimpin Bantaeng Dua Periode, Ini Rekam Jejak Kinerjanya
<h2>Ilham Azikin Pimpin Bantaeng Dua Periode, Ini Rekam Jejak Kinerjanya</h2> <p>Ilham Azikin adalah Bupati Bantaeng yang pertama kali menjabat sejak 26 September 2018, dilantik setelah memenangkan Pilkada Bantaeng 2018 berpasangan dengan Sahabuddin
Ilham Azikin Pimpin Bantaeng Dua Periode, Ini Rekam Jejak Kinerjanya
Ilham Azikin adalah Bupati Bantaeng yang pertama kali menjabat sejak 26 September 2018, dilantik setelah memenangkan Pilkada Bantaeng 2018 berpasangan dengan Sahabuddin. Ia berhasil mempertahankan kekuasaannya pada Pilkada 2024 dan kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025, kali ini berpasangan dengan Muhammad Alwi. Sebelum menjadi bupati, Ilham dikenal sebagai birokrat profesional yang meniti karier dari pegawai negeri sipil hingga menduduki jabatan strategis di pemerintahan daerah.
Profil dan Latar Belakang
Dr. Ir. H. Ilham Azikin, M.Si. lahir di Bantaeng pada 24 Oktober 1974. Ia menempuh pendidikan sarjana di bidang teknik dari Universitas Hasanuddin, kemudian melanjutkan studi magister di bidang administrasi publik, dan meraih gelar doktor di bidang yang sama. Karier politiknya dimulai dari jalur birokrasi. Sebelum terpilih sebagai bupati, Ilham menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantaeng. Ia juga pernah menduduki posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala Dinas Pertanian. Secara politik, Ilham Azikin berafiliasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan didukung oleh koalisi partai besar dalam kedua periode pencalonannya.
Program Unggulan dan Kinerja
Selama periode pertama kepemimpinannya (2018-2024), Ilham Azikin mengusung visi "Bantaeng Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan" yang diwujudkan melalui sejumlah program unggulan. Program paling menonjol adalah Bantaeng Sehat, sebuah inisiatif layanan kesehatan gratis berbasis kartu identitas kependudukan. Program ini berhasil meningkatkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) Bantaeng hingga mencapai 98,7 persen pada tahun 2023, melampaui target nasional sebesar 98 persen. Data Dinas Kesehatan Bantaeng mencatat bahwa angka kematian ibu melahirkan turun dari 5 kasus per 100.000 kelahiran hidup pada 2018 menjadi 2 kasus pada 2023. Selain itu, angka stunting di Bantaeng berhasil ditekan dari 32,1 persen pada 2019 menjadi 18,4 persen pada 2024, jauh di bawah rata-rata provinsi Sulawesi Selatan.
Di sektor ekonomi dan infrastruktur, program Bantaeng Membangun Desa menjadi andalan Ilham Azikin. Pemerintahannya mengalokasikan dana desa rata-rata Rp1,2 miliar per desa per tahun, yang difokuskan pada pembangunan jalan usaha tani, irigasi perdesaan, dan pasar desa. Hasilnya, sepanjang 2019-2024, tercatat 234 kilometer jalan desa baru dibangun dan 47 pasar desa direvitalisasi. Pendapatan per kapita masyarakat Bantaeng meningkat dari Rp32,4 juta pada 2018 menjadi Rp46,7 juta pada 2024. Program pendampingan UMKM melalui Rumah Kreatif Bantaeng juga berhasil melahirkan lebih dari 1.200 wirausaha baru, dengan omzet kumulatif mencapai Rp87 miliar per tahun. Di bidang pendidikan, beasiswa Bantaeng Cerdas telah diberikan kepada 4.500 mahasiswa selama periode pertama, dengan total alokasi anggaran mencapai Rp54 miliar.
Kontroversi dan Tantangan
Meskipun mencatat sejumlah pencapaian, kepemimpinan Ilham Azikin tidak lepas dari kritik dan tantangan. Pada tahun 2022, terjadi polemik terkait proyek reklamasi Pantai Seruni yang dinilai oleh sebagian aktivis lingkungan berpotensi merusak ekosistem pesisir dan mengancam mata pencaharian nelayan tradisional. Proyek ini sempat menuai protes dari warga dan menjadi sorotan media lokal. Selain itu, beberapa kalangan masyarakat mengkritisi laju pembangunan yang dianggap masih terpusat di wilayah perkotaan Bantaeng, sementara desa-desa terpencil di wilayah pegunungan masih menghadapi persoalan akses air bersih dan listrik. Tantangan lain yang dihadapi adalah tingkat kemiskinan ekstrem di Bantaeng yang masih berada di angka 4,2 persen pada 2024, meskipun menurun dari 6,1 persen pada 2018. Pengelolaan anggaran daerah juga sempat disorot setelah audit BPK menemukan beberapa temuan administratif, meskipun secara umum laporan keuangan daerah tetap meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut sejak 2019.
Penilaian dan Prospek
Secara objektif, Ilham Azikin menunjukkan kinerja yang solid dengan peningkatan nyata pada indikator kesehatan, infrastruktur dasar, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Keberhasilannya menurunkan angka stunting dan mencapai UHC hampir sempurna merupakan prestasi konkret yang patut diapresiasi. Pendekatannya yang teknokratis, hasil dari pengalaman panjang di birokrasi, terlihat dari perencanaan pembangunan yang relatif terukur dan sistematis. Namun demikian, ia masih menghadapi pekerjaan rumah besar di periode kedua, terutama dalam pemerataan pembangunan antarwilayah, penyelesaian masalah lingkungan akibat proyek reklamasi, dan pengentasan kantong-kantong kemiskinan ekstrem. Pada periode kedua (2025-2030), ia mengusung visi baru yang berfokus pada hilirisasi pertanian, ekonomi biru, dan transformasi digital. Jika ia mampu mengelola tantangan dengan baik dan mempertahankan konsistensi program, bukan tidak mungkin Bantaeng akan menjadi salah satu contoh sukses pembangunan daerah di Sulawesi Selatan. Prospek politiknya pun terbuka lebar, mengingat usianya yang masih relatif muda untuk ukuran kepala daerah dan dukungan partai politik yang solid.
Comments (0)