AS Kembali Serang Iran, Trump: Gencatan Senjata Sudah Berakhir

WASHINGTON, DC — Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru terhadap sejumlah target strategis di Iran pada Selasa malam waktu setem

Jul 09, 2026 - 07:10
0 0
AS Kembali Serang Iran, Trump: Gencatan Senjata Sudah Berakhir

WASHINGTON, DC — Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara baru terhadap sejumlah target strategis di Iran pada Selasa malam waktu setempat. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati telah berakhir. Langkah ofensif ini merupakan pembalasan langsung atas serangan terhadap kapal komersial internasional di Selat Hormuz, jalur perairan yang memikul sepertiga perdagangan minyak dunia.

Pemicu: Kapal Komersial Jadi Sasaran

Data intelijen yang dirilis Pentagon menunjukkan bahwa dua kapal berbendera netral—sebuah tanker minyak Panama dan kapal kargo Yunani—dihantam oleh drone bunuh diri dan rudal anti-kapal pada Senin kemarin. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran dahsyat dan kebocoran minyak yang memaksa otoritas maritim untuk menutup jalur pelayaran sementara. Pentagon mengklaim memiliki bukti forensik, termasuk rekam jejak satelit dan puing rudal, yang secara meyakinkan mengarah pada keterlibatan langsung Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

“Kami tidak akan tinggal diam ketika kapal-kapal komersial diserang di perairan internasional. Ini bukan sekadar provokasi; ini adalah deklarasi perang terhadap stabilitas energi global,” ujar Menteri Pertahanan AS dalam konferensi pers darurat.

Pernyataan Tegas Donald Trump

Melalui akun media sosial resminya, Trump menulis, “Gencatan senjata sudah berakhir. Mereka pikir bisa bermain api dengan kita. Sekarang mereka akan merasakan panasnya.” Pemerintahan AS menuduh Teheran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh pihak ketiga dalam beberapa pekan terakhir, termasuk dengan melanjutkan program pengayaan uranium tingkat tinggi dan serangkaian serangan proksi di Suriah dan Irak.

Skala dan Target Serangan AS

Operasi militer yang dinamai “Operasi Justice Thunder” ini melibatkan aset gabungan dari Armada Kelima Angkatan Laut AS, pesawat pembom B-2 Spirit, dan jet tempur F-35 Lightning II. Berdasarkan laporan sementara, target serangan meliputi:

  • Pangkalan Udara Bushehr: Hanggar penyimpanan drone dan pusat komando IRGC dihancurkan total.
  • Kompleks Pelabuhan Bandar Abbas: Fasilitas yang diduga menjadi titik peluncuran serangan terhadap kapal komersial dilumpuhkan sepenuhnya.
  • Gudang Rudal Kharg Island: Hantaman presisi menghancurkan puluhan rudal jelajah dan anti-kapal yang siap diluncurkan.

Serangan ini dilaporkan tidak menyasar fasilitas nuklir utama, namun tetap melumpuhkan kemampuan maritim Iran dalam jangka pendek hingga menengah.

Reaksi Internasional Membara

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat tertutup. Sekretaris Jenderal PBB menyerukan “pengendalian diri maksimum dari semua pihak” dan memperingatkan risiko bencana kemanusiaan. Rusia dan China secara terpisah mengecam serangan AS sebagai pelanggaran kedaulatan dan mengancam akan mengajukan resolusi penolakan. Sementara itu, monarki Teluk menyatakan solidaritas dengan Washington, namun di balik layar mereka khawatir akan dampak limpahan konflik. Iran sendiri melalui Kementerian Luar Negeri bersumpah akan membalas dengan “serangan yang keras dan tak terduga,” meningkatkan ketegangan ke level tertinggi sejak krisis tanker 2019.

Dampak di Lapangan

Harga minyak mentah global melesat 7% dalam waktu dua jam setelah berita pertama mencuat. Indeks bursa utama Asia dan Eropa anjlok, sementara investor berbondong-bondong ke aset aman. Evakuasi warga negara asing dari Iran dan negara-negara tetangga seperti Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab sudah dimulai. AS telah mengirimkan kapal induk tambahan ke Teluk Persia sebagai antisipasi serangan balasan.

Poin Kunci Eskalasi Terkini:

  • AS membalas serangan kapal komersial di Selat Hormuz dengan menghancurkan target militer IRGC.
  • Presiden Trump secara sepihak mengakhiri gencatan senjata dan menjanjikan tindakan lebih keras.
  • Target utama: pangkalan udara, fasilitas pelabuhan, dan gudang rudal di Iran selatan.
  • Harga minyak melonjak, dunia mengecam, Iran ancam balas dendam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User