Sep 17, 2026
Hukum

Anggota Parlemen Polandia Rusak Monumen Nasionalis Ukraina dengan Kapak

WARSAWA — Anggota Parlemen Eropa asal Polandia, Grzegorz Braun, memicu kehebohan publik setelah melakukan aksi perusakan terhadap sebuah monumen yang dided

Anggota Parlemen Polandia Rusak Monumen Nasionalis Ukraina dengan Kapak

WARSAWA — Anggota Parlemen Eropa asal Polandia, Grzegorz Braun, memicu kehebohan publik setelah melakukan aksi perusakan terhadap sebuah monumen yang didedikasikan untuk kelompok nasionalis Ukraina era Perang Dunia II. Braun terekam menggunakan kapak untuk menghantam tugu peringatan milisi Tentara Pemberontak Ukraina (UPA) yang dinilai bertanggung jawab atas pembantaian massal warga Polandia di masa lalu.

Dalam rekaman video yang diunggah di platform media sosial X, politisi beraliran sayap kanan tersebut terlihat menghantamkan kapak berkali-kali ke sebuah obelisk batu. Lokasi monumen tersebut berada di wilayah Kotamadya Dolhobyczow, Kabupaten Hrubieszow, kawasan tenggara Polandia yang berbatasan langsung dengan Ukraina.

Luka Sejarah Pembantaian Volhynia

Aksi vandalisme simbolis ini berakar pada sentimen sejarah yang mendalam dan traumatik antara Polandia dan Ukraina. UPA merupakan sayap bersenjata dari Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN) faksi pimpinan Stepan Bandera yang sempat berkolaborasi dengan rezim Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Milisi UPA tercatat dalam sejarah atas pembunuhan massal puluhan ribu warga sipil etnis Polandia di wilayah Volhynia dan Galicia Timur sekitar tahun 1943 hingga 1944.

Peristiwa berdarah tersebut secara resmi diakui oleh parlemen Polandia sebagai aksi genosida, sebuah luka sejarah yang kerap memicu ketegangan bilateral meski kedua negara saat ini menjalin kemitraan erat dalam menghadapi invasi Rusia.

"Monumen UPA di Kotamadya Dolhobyczow di Kabupaten Hrubieszow harus dilikuidasi. Obelisk yang menghina memori para korban genosida Ukraina terhadap warga Polandia ini harus disingkirkan menggunakan peralatan profesional segera setelah kejahatan Banderisme didokumentasikan," tegas Grzegorz Braun dalam pernyataan resminya.

Tuntutan Pembongkaran Permanen

Braun berargumen bahwa keberadaan monumen yang memuliakan kelompok milisi pro-Nazi tidak memiliki tempat di tanah Polandia. Baginya, simbol-simbol pemujaan terhadap figur seperti Stepan Bandera dan organisasi UPA merupakan penghinaan terbuka bagi para keluarga korban pembantaian.

Sejumlah poin krusial yang melatarbelakangi kemarahan publik Polandia terkait simbol UPA meliputi:

  • Kejahatan Perang Masa Lalu: Eksekusi terencana terhadap sekitar 100.000 warga sipil etnis Polandia oleh anggota UPA pada kurun 1943–1945.
  • Kolaborasi dengan Fasisme: Hubungan taktis faksi nasionalis Ukraina dengan Nazi Jerman selama operasi pembersihan etnis.
  • Status Hukum Monumen: Banyak monumen UPA di wilayah perbatasan Polandia didirikan tanpa izin resmi pemerintah setempat sehingga statusnya dianggap ilegal.

Dinamika Hubungan Warsawa-Kyiv

Grzegorz Braun dikenal luas sebagai figur politik kontroversial yang kerap melancarkan aksi vokal dan dramatis di ruang publik. Meski pemerintah Polandia secara konsisten menjadi salah satu pendukung militer dan diplomatik terbesar bagi Kyiv dalam perang melawan Rusia, isu rekonsiliasi sejarah masa lalu sering kali menjadi ganjalan diplomatik di tingkat akar rumput maupun elit politik kedua negara.

Hingga saat ini, pihak berwenang setempat belum mengumumkan langkah hukum lanjutan terkait tindakan Braun, namun video aksi pemotongan monumen tersebut telah memicu perdebatan sengit mengenai batas toleransi terhadap simbol-simbol sejarah di ruang publik Eropa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User