NEW YORK — Petenis tunggal putra asal Jerman, Alexander Zverev, sukses mengamankan gelar Grand Slam keduanya musim ini setelah menundukkan petenis muda tuan rumah, Ben Shelton, dalam laga final US Open yang berlangsung sengit di Arthur Ashe Stadium, New York. Namun, sorotan utama di akhir laga justru tertuju pada momen unik ketika Zverev sempat tertegun dan menjadi orang terakhir di stadion yang menyadari bahwa dirinya telah resmi keluar sebagai juara.
Pertandingan puncak ini menyajikan aksi tenis kelas dunia dengan reli-reli bertenaga tinggi dari kedua pemain. Kendati demikian, tensi tinggi di lapangan sempat berubah menjadi tawa dan kebingungan sesaat ketika servis penentu kemenangan berhasil disarangkan.
Momen Membingungkan di Championship Point
Klimaks pertandingan terjadi pada pengujung set penentuan saat Zverev meraih poin krusial. Alih-alih langsung menjatuhkan raket atau berselebrasi di atas lapangan keras, petenis berpostur jangkung tersebut justru terlihat bersiap untuk servis berikutnya.
"Saya benar-benar kehilangan hitungan poin di papan skor karena terlalu fokus pada setiap pukulan. Ketika penonton bersorak dan wasit menyebut game, set, and match, saya baru sadar bahwa laga telah berakhir," ujar Alexander Zverev dalam konferensi pers usai laga.
Wasit pertandingan dan Ben Shelton yang sudah berjalan menuju net untuk berjabat tangan akhirnya menyadarkan Zverev. Senyum lega pun langsung merekah dari wajah petenis unggulan tersebut sebelum ia merayakan kemenangannya bersama tim pelatih di tribun.
Kronologi Jalannya Final US Open
Perjalanan Zverev menuju podium tertinggi di Flushing Meadows tidak diraih dengan mudah, mengingat Shelton memberikan perlawanan yang sangat spartan sejak set pertama:
- Set Pertama: Zverev tampil dominan dengan servis pertama yang mencapai akurasi lebih dari 75 persen, berhasil mematahkan servis Shelton dua kali untuk mengunci keunggulan awal.
- Set Kedua: Shelton bangkit lewat dukungan puluhan ribu pendukung tuan rumah, memaksa terjadinya babak tie-break ketat berkat pukulan forehand keras dan servis berkecepatan tinggi.
- Set Ketiga dan Penentuan: Pengalaman matang Zverev menjadi pembeda utama. Petenis Jerman ini meminimalisasi unforced errors hingga di bawah 10 kesalahan dan memanfaatkan celah pertahanan Shelton secara efektif.
Gelar Grand Slam Kedua dan Dominasi Musim Ini
Kemenangan di New York ini menandai gelar turnamen Mayor kedua bagi Zverev di musim yang sama. Pencapaian impresif ini menegaskan kembalinya performa puncak sang petenis setelah sempat dihantam cedera parah pada musim-musim sebelumnya.
Dengan raihan poin maksimal dari US Open, Zverev dipastikan mengukuhkan posisinya di papan atas peringkat dunia ATP. Bagi Ben Shelton, pencapaian menembus babak final di hadapan publik sendiri tetap menjadi tonggak penting dalam perkembangan karier profesionalnya di level elite dunia.
Comments (0)