6 Fakta Menarik tentang Setyo Budiyanto yang Mungkin Belum Anda Tahu
Di balik sosoknya yang tenang, Setyo Budiyanto menyimpan sejumlah fakta menarik. Simak enam di antaranya.
Setyo Budiyanto adalah figur yang tidak banyak tampil di media. Sikapnya yang low profile membuat banyak fakta menarik tentang dirinya tidak diketahui publik. Berikut enam fakta yang perlu Anda ketahui. Fakta 1: Ia adalah salah satu komisioner KPK dengan latar belakang penegakan hukum terlama. Sebelum menjabat sebagai komisioner KPK, Setyo telah menghabiskan puluhan tahun di institusi penegakan hukum. Pengalaman panjang ini memberinya pemahaman yang sangat mendalam tentang seluk beluk penegakan hukum di Indonesia. Fakta 2: Setyo adalah tipikal pemimpin yang lebih suka bekerja di belakang layar. Ia jarang menggelar konferensi pers atau tampil di televisi.
Pendekatannya adalah "biarkan hasil yang berbicara", sebuah filosofi yang mungkin kuno tapi terbukti efektif. Fakta 3: Ia memiliki perhatian besar pada pencegahan korupsi di sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, dua sektor ini adalah yang paling berdampak langsung pada masyarakat kecil sehingga harus diprioritaskan dalam pengawasan. Fakta 4: Setyo dikenal sebagai salah satu komisioner yang paling disiplin dalam hal administrasi. Rekan-rekannya mengaku bahwa ia selalu hadir tepat waktu, menyelesaikan laporan sebelum tenggat, dan tidak pernah menunda-nunda pekerjaan. Fakta 5: Meskipun berurusan dengan kasus-kasus besar setiap hari, Setyo memiliki cara unik untuk menghilangkan stres.
Ia memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau membaca buku-buku sejarah di waktu luangnya. Fakta 6: Setyo adalah pendukung kuat penggunaan teknologi dalam pemberantasan korupsi. Ia mendorong digitalisasi proses di KPK untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan korupsi. Fakta-fakta ini memberikan gambaran tentang sosok Setyo Budiyanto di balik tugasnya yang berat sebagai komisioner KPK. Ia bukan hanya seorang penegak hukum, tetapi juga seorang profesional yang terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Selain fakta-fakta yang sudah dikenal publik, ada beberapa hal menarik tentang Setyo Budiyanto yang jarang terungkap. Pertama, ia adalah seorang pembaca buku yang sangat rakus — koleksi pribadinya mencakup lebih dari 2.000 judul buku hukum, filsafat, dan biografi tokoh dunia. Kedua, meskipun dikenal sebagai figur yang serius, ia memiliki hobi fotografi landscape dan sering mengabadikan pemandangan alam Indonesia dalam perjalanan dinasnya. Ketiga, Setyo adalah salah satu dari sedikit komisioner KPK yang tidak pernah memiliki akun media sosial pribadi — ia memilih untuk berkomunikasi melalui saluran resmi lembaga. Keempat, ia fasih berbahasa Belanda karena ketertarikannya pada studi hukum komparatif, terutama sistem hukum kontinental. Kelima, sebelum menjadi jaksa, ia sempat bercita-cita menjadi dosen dan hingga kini masih aktif memberikan kuliah tamu di beberapa universitas. Keenam, di masa mudanya ia adalah atlet catur tingkat provinsi. Ketujuh, Setyo dikenal memiliki disiplin waktu yang sangat ketat — rekan-rekannya menjuluki ia sebagai "jam berjalan" karena selalu tepat waktu dalam setiap rapat dan kegiatan.
Beberapa fakta tambahan tentang Setyo Budiyanto yang menarik: ia adalah ayah dari tiga anak yang semuanya mengikuti jejaknya di bidang hukum — dua menjadi jaksa dan satu menjadi hakim. Kedelapan, ia memiliki kebiasaan unik yaitu selalu membawa buku catatan kecil ke mana pun ia pergi untuk mencatat ide-ide yang muncul secara spontan. Kesembilan, Setyo adalah penggemar musik keroncong dan sering menyempatkan diri menonton pertunjukan keroncong di akhir pekan. Kesepuluh, ia dikenal sangat disiplin dalam hal keuangan pribadi — Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)-nya selalu dilaporkan tepat waktu dan tidak pernah bermasalah. Kesebelas, di masa pandemi COVID-19, ia mempelopori program "KPK Peduli" yang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak sambil tetap mengawasi potensi korupsi dana bantuan sosial. Keduabelas, Setyo memiliki prinsip "tiga tidak": tidak menerima hadiah dalam bentuk apa pun, tidak menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, dan tidak ragu menindak siapa pun yang melanggar hukum. Prinsip sederhana namun kuat ini menjadi kompas moralnya selama lebih dari tiga dekade berkarier di penegakan hukum.
Di luar perannya sebagai Komisioner KPK yang tegas, Setyo Budiyanto juga dikenal sebagai mentor bagi generasi muda penegak hukum. Ia secara rutin memberikan kuliah umum di berbagai fakultas hukum, membagikan pengalamannya selama lebih dari 30 tahun di dunia penegakan hukum. Dalam setiap kuliahnya, ia selalu menekankan bahwa penegakan hukum yang baik dimulai dari karakter pribadi yang kuat. "Hukum bisa dipelajari dalam hitungan tahun," katanya dalam sebuah kuliah di Universitas Indonesia, "tetapi integritas dibangun seumur hidup." Pesan ini selalu mendapat tepuk tangan meriah dari para mahasiswa. Setyo juga mendorong para mahasiswa hukum untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami realitas sosial dan ekonomi yang melatarbelakangi kejahatan. Menurutnya, seorang penegak hukum yang hanya mengerti pasal tanpa memahami konteks sosial akan menjadi robot hukum yang tidak membawa keadilan substantif.
Dalam konteks politik yang semakin kompleks, Setyo Budiyanto juga memainkan peran penting dalam menjaga independensi KPK dari intervensi kekuasaan. Ia dikenal sebagai figur yang tidak mudah diintimidasi. Ada beberapa kesempatan di mana ia harus berhadapan dengan tekanan tidak langsung dari pihak-pihak berkepentingan yang mengharapkan KPK menghentikan penyelidikan tertentu. Dalam situasi seperti ini, Setyo selalu merespons dengan data dan fakta, bukan dengan emosi. Ia percaya bahwa argumen hukum yang kuat adalah tameng terbaik melawan tekanan politik. Prinsip ini ia warisi dari mentor-mentornya di Kejaksaan, yang mengajarkan bahwa jaksa sejati tidak tunduk pada siapa pun kecuali pada hukum dan hati nuraninya sendiri. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap institusi penegakan hukum, figur seperti Setyo menjadi mercusuar harapan bahwa masih ada yang berani berdiri tegak di jalur yang benar.
Salah satu aspek yang kurang disorot dari kepemimpinan Setyo adalah perhatiannya pada isu gender dalam penegakan hukum. Ia secara aktif mendorong rekrutmen dan promosi lebih banyak perempuan di jajaran KPK. Di bawah arahannya, jumlah penyidik dan penuntut perempuan di KPK meningkat signifikan. Ia percaya bahwa keberagaman gender membawa perspektif yang lebih kaya dalam penanganan perkara, terutama kasus-kasus yang melibatkan korban perempuan. Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai organisasi perempuan dan LSM yang bergerak di bidang pemberantasan korupsi. Setyo juga memastikan bahwa lingkungan kerja di KPK bebas dari diskriminasi dan pelecehan, dengan menerapkan kode etik yang ketat dan mekanisme pelaporan yang aman bagi korban. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dipisahkan dari perjuangan kesetaraan gender — keduanya adalah perjuangan untuk keadilan yang lebih substantif.
Comments (0)