2.104 Jiwa di Morowali Utara Terisolir, Longsor Putus Akses Jalan
UPDATE 15 MENIT LALU — Longsor dahsyat yang menerjang wilayah Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, pada akhir pekan lalu hingga kini masih memutus total akses darat ke dua desa. Sebanyak 2.104 ji...
UPDATE 15 MENIT LALU — Longsor dahsyat yang menerjang wilayah Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, pada akhir pekan lalu hingga kini masih memutus total akses darat ke dua desa. Sebanyak 2.104 jiwa dilaporkan terisolir tanpa jalur evakuasi atau pasokan logistik yang memadai.
Kondisi Darurat di Dua Desa
Bencana tanah longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan perbukitan selama lebih dari enam jam tanpa henti. Material lumpur, bebatuan besar, dan puing kayu menimbun ruas jalan provinsi sepanjang hampir 300 meter. Akses satu-satunya yang menghubungkan desa-desa di pedalaman dengan pusat kecamatan terputus seketika.
Dampak Langsung ke Warga
Kedua desa yang terdampak, yang berlokasi di lembah sempit, kini benar-benar terisolasi. Tidak ada jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Warga yang terjebak terdiri dari 1.124 orang di desa pertama dan 980 orang di desa kedua, termasuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
- Fakta cepat longsor: terjadi pada Kamis pukul 22.30 WITA
- Jumlah jiwa terisolir: 2.104 orang (termasuk 312 balita dan 89 lansia)
- Ruas tertimbun: 287 meter, ketebalan material 3–5 meter
- Korban luka: 7 orang dievakuasi sebelum sinyal komunikasi padam
- Kondisi cuaca: masih diguyur hujan sedang, potensi longsor susulan tinggi
Kepala Pelaksana BPBD Morowali Utara menyatakan situasi diperparah oleh terputusnya jaringan telekomunikasi sejak hari kedua bencana. Tim reaksi cepat hanya mengandalkan radio frekuensi rendah untuk koordinasi internal. Suplai pangan warga terbatas pada cadangan beras lokal yang diperkirakan habis dalam tiga hari ke depan.
Upaya Tim Gabungan
MINGGU PAGI — Alat berat jenis ekskavator telah diberangkatkan dari posko utama, tetapi terkendala medan tertutup lumpur setinggi paha orang dewasa. Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, dan relawan lokal membuka jalur setapak sejauh 4 km lewat punggung bukit untuk mengirim bantuan darurat dengan metode pikul manusia. “Kami prioritas mengirim air bersih, makanan siap saji, dan obat-obatan. Evakuasi penuh belum memungkinkan karena alat berat masih tertahan di titik terjauh,” ujar Komandan Posko Darurat.
Beberapa warga nekat melintasi jalur yang belum stabil demi mencari sinyal komunikasi, melaporkan bahwa salah satu desa mengalami krisis air bersih akut. Sumber mata air setempat tercampur tanah longsoran, sehingga tak layak konsumsi.
Respons Pemerintah dan Peringatan Dini
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Bantuan dari provinsi dijadwalkan tiba melalui jalur udara menggunakan helikopter, namun terhambat kabut tebal pagi hari. BPBD mengimbau warga di desa terisolir agar tetap berkumpul di titik evakuasi sementara yang terletak di dataran tinggi, guna menghindari risiko longsor susulan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi korban jiwa. Tim medis dan logistik masih terus berjuang menembus rintangan alam untuk mencapai 2.104 jiwa yang kini menanti uluran tangan. Pantau terus BERITA TERCEPAT untuk informasi detik-ini-juga.
Comments (0)